SFB Diduga Lakukan Fitnah Keji Pada PT. EJM

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau – SFB Aktifis Libapan diduga kuat melakukan fitnah keji terhadap perusahaan tambang bouksit yaitu PT. EJM. tidak tanggung tangung dengan nilai 144 Triliun.
Beberapa waktu lalu LI BAPAN melalui SFB bersuara lantang dengan menuding PT. EJM telah melakukan pencurian aset negara berupa tambang baouksit di Engkadai dimana dalam narasinya PT. EJM mencuri Bouksit di area konsesi PT. Antam.

Syafarahman Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat Angkat bicara terkait celotehan SFB di berbagai Palfon Media Berdasarkan Narasi SFB menyebutkan kerugian negara sebanyak 144 Triliun, sehingga mengundan pertanyaan bagai mana cara SFB menghitung kerugian negara yang sebesar itu.

Mari sedikit kita kembali ke bangku sekolah SD kelas 4 dalam pelajaran Matematika. agar kita bisa dengan jernih menghitung dengan akurat dan memperbandingkan hitungan yang tanpa ada rumusnya, Bouksit perton perkisaran dari angka 500.000 – 1.000.000, jika di bagi dengan tudingan SFB 144 Triliun ÷ 1.000.000/ Ton maka dibutuhkan 144 juta metrikton namun jika pembaginya adalah 500.000 maka dibutuhkan 288 juta metrik ton.

Jika di perhatikan secara seksama lokasi yang di katakan area tambang yang di rampok hingga rugikan negara 144 Triliun, maka sudah pasti ada bekas lubang yang cukup dalam minimal 100 meter kedalam dikali engkadai, namun tidak ada tampak mata bahwa ada lubang seperti danau akibat kerukan atau galian bouksit yang di tuduhkan.

Maka patut diduga ucapan SFB tersebut mengada ada dan punya motif lain, sehingga dilakukan dengan cara yang patut diduga adalah fitnah terhadap PT. EJM

Saya mengajak para Aktifis, LSM, Jurnalis mari kita lakukan tupoksi kita yang tidak menyerang dan memfitnah, karna bisa berdampak pada kepercayaan publik terhadap kridibilitas dan akurasi dari sebuah narasi yang kita sajikan menjadi sebuah berita yang di baca oleh berbagai kalangan. Baik dari masyarakat awam hingga pejabat.

Sekedar tambahan informasi bahwa Engkadai belum ada pembebasan lahan oleh PT. Antam, bagai mana bisa timbul kerugianya. Justru masyarakat Engkadai dirugikan jika Lahannya tidak di bayar oleh PT. Antam namun juga tidak boleh di bayat oleh perusahaan lain. Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transformasi Digital Kejaksaan Dimulai dari Perencanaan yang Tepat
Penghijauan Monumen Trisula, TNI-Polri Bersama SMKN 1 Bakung Wujudkan Kepedulian Lingkungan
Diduga Terlibat Penyelewengan Solar Subsidi, SPBU Sungai Laur Ditutup Sementara Pertamina
Tim Hukum FERADI WPI Dampingi Nanik Supriyati Tegaskan Saat Membeli Tabung Gas Dengan Harga Wajar dan Tidak Mengetahui Ternyata Diduga PT.Duta Prima Tidak Tahu :Saat Koordinasi di Polrestabes Semarang
Kasus BBM Bersubsidi Di Padang Lawas Utara, Kapolres Tapanuli Selatan Klarifikasi “Publik Soroti Kok Pejabat Anti Kritik.
Komitmen TNI AL untuk Lingkungan, Lanal Ketapang Kodaeral XII Dukung Konservasi Dugong
PT BKB Melakukan Penimbunan Tanah di Kawasan DAD Meliau dan Launching Landing Craft Tank
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Tegaskan Tindak Tegas Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM di Kalimantan Barat
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:31 WIB

Transformasi Digital Kejaksaan Dimulai dari Perencanaan yang Tepat

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:55 WIB

Penghijauan Monumen Trisula, TNI-Polri Bersama SMKN 1 Bakung Wujudkan Kepedulian Lingkungan

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:47 WIB

Diduga Terlibat Penyelewengan Solar Subsidi, SPBU Sungai Laur Ditutup Sementara Pertamina

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:15 WIB

Tim Hukum FERADI WPI Dampingi Nanik Supriyati Tegaskan Saat Membeli Tabung Gas Dengan Harga Wajar dan Tidak Mengetahui Ternyata Diduga PT.Duta Prima Tidak Tahu :Saat Koordinasi di Polrestabes Semarang

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:07 WIB

Kasus BBM Bersubsidi Di Padang Lawas Utara, Kapolres Tapanuli Selatan Klarifikasi “Publik Soroti Kok Pejabat Anti Kritik.

Berita Terbaru