Revitalisasi SDN 46 Tabau Senilai Rp2 Miliar Disorot Publik, Dinas Pendidikan Sintang: “Pelaksanaan Swakelola Penuh oleh Sekolah”

oleh -220 Dilihat
oleh

Cybertv.id.- Sintang, Kalbar — Proyek Revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 46 Tabau di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Tahun Anggaran 2025, ramai disorot publik. Proyek yang merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini dilaksanakan secara swakelola oleh pihak sekolah dan ditangani langsung oleh Kepala Sekolah SDN 46 Tabau, Desa Swadaya.

Sorotan publik muncul setelah beredar foto dan informasi mengenai kondisi bangunan hasil pembangunan yang dinilai tidak sebanding dengan anggarannya yang mencapai sekitar Rp2 miliar. Beberapa bangunan tampak menggunakan dinding papan ala rumah transmigrasi era 1980-an, dengan penyusunan papan yang tidak rapi dan terlihat semrawut.

Baca juga  :  Tuntut Ketegasan, Warga Minta Pemkot Setop Pembangunan Menara Indosat Tanpa Izin

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus, menjelaskan bahwa proyek di SDN 46 Tabau sepenuhnya merupakan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan RI. Pelaksanaan, pelaporan, hingga pencairan anggaran menjadi tanggung jawab langsung pihak sekolah melalui panitia pembangunan, bukan pemerintah daerah.

“Proyek SDN 46 Tabau adalah program dari Kementerian Pendidikan RI dan sepenuhnya dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh pihak sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan maupun pengelolaan anggaran. Kami hanya melakukan pemantauan dan monitoring agar pembangunan berjalan sesuai juknis, gambar, dan RAB yang telah disusun,” jelas Yustinus, Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan bahwa intervensi terhadap teknis pelaksanaan tidak bisa dilakukan secara mendalam karena pihak sekolah sudah didampingi konsultan lapangan. Bila wartawan atau publik menemukan kejanggalan, Yustinus meminta agar hal tersebut dikoordinasikan langsung dengan Kepala Sekolah SDN 46 Tabau atau tim konsultan.

Baca juga  :  Warga Temukan Jasad Pria Mengapung di Sungai Sayuk, Diduga Hilang Sejak Dua Hari Lalu

“Kami sudah mengingatkan sejak awal kepada pelaksana, yakni Kepala Sekolah, agar berhati-hati dalam menangani proyek dan selalu mengedepankan mutu serta kualitas bangunan. Karena pada akhirnya, yang akan menggunakan fasilitas tersebut adalah kita sendiri,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.