Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam untuk Wujudkan Swasembada Pangan

- Penulis

Rabu, 23 April 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Banyuasin, Sumatra Selatan – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, pada Rabu, 23 April 2025. Gerakan ini merupakan inisiatif kolaboratif untuk membangun kesadaran dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menanam, menumbuhkan, dan memanen tanaman pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca juga: BMKG: Peringatan Dini Harus Jadi Aksi Nyata Hadapi Iklim Ekstrem

Acara peluncuran diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan penayangan video “Road Map to Gerina” yang menampilkan rencana besar Indonesia menuju kemandirian pangan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kedaulatan pangan sebagai pilar utama keberlangsungan sebuah negara. Ia pun mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat, dalam menyukseskan program ini.

“Apa yang dirintis oleh Ustaz Adi Hidayat dan tokoh seperti Setiawan Ichlas sungguh membahagiakan. Inovasi, improvisasi, riset, dan teknologi seperti inilah yang akan membawa Indonesia menjadi negara yang mandiri dan sejahtera,” ujar Presiden.

Baca juga : Puslitbang Polri Gelar Penelitian di Polres Jombang : Perkuat Peran Polri dalam Melindungi Masyarakat Digital

Ustaz Adi Hidayat, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan mempercepat tercapainya tujuan bersama.

Baca Juga:  Anggaran, SDM, dan Infrastruktur: Tiga Kunci Sukses Program MBGRead

“Ketika pemerintah sudah memiliki visi dan rancangan, maka peran rakyat adalah untuk mendukung dan menyertainya, agar tercipta akselerasi dalam membangun kesadaran bersama,” tuturnya.

Dalam program Gerina ini, diperkenalkan dua inovasi utama dalam penanaman tanaman pangan, yaitu:

Baca juga : Dukung Ketahanan dan Swasembada Pangan, Kapolres Kediri Kota Bersama Forkopimda Tanam Padi Serentak

1. Si Opung (Solusi Olah Padi Terapung) – Sistem penanaman padi di kolam atau lahan air menggunakan rakit sederhana yang dapat dibuat dengan biaya terjangkau. Solusi ini cocok bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian darat.

2. Si Cepot (Solusi Cepat Panen via Pot) – Metode penanaman menggunakan pot yang telah diriset secara khusus, memungkinkan budidaya berbagai tanaman pangan seperti padi, cabai, dan kentang. Dengan pendekatan ini, satu keluarga bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan bahkan menghemat hingga ratusan ribu rupiah per musim tanam.

Presiden Prabowo juga menyempatkan diri meninjau langsung area riset dan teknologi pertanian modern yang ditampilkan dalam acara, serta mengunjungi pameran mitra tanam Gerina yang memperlihatkan berbagai inovasi pendukung gerakan ini.

Baca juga : Nganjuk Dukung Swasembada Pangan Lewat Gerakan Tanam Padi Serentak

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Program Gerina diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap terciptanya ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026
Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma
Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.
Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:28 WIB

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Minggu, 27 September 2026 - 14:42 WIB

Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Berita Terbaru

Berita

PWI Kalbar Gelar OKK VI, 29 Peserta Ikuti Pembekalan.

Rabu, 28 Okt 2026 - 09:21 WIB