PKSB Kalbar Tegaskan Peran Perekat Persatuan di Tengah Keberagaman

oleh -25 Dilihat
oleh

Cybertv.id – Pontianak – Ketua Umum Persatuan Keturunan Suku Bugis (PKSB) Kalimantan Barat, Agus Sugianto, SH, MH, menegaskan bahwa pada usia ke-27 tahun, PKSB telah memasuki fase kedewasaan organisasi. Pada tahap ini, PKSB tidak hanya dituntut menjaga eksistensi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Agus menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh elemen kebugisan, mulai dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), pilar-pilar organisasi, hingga badan otonom (banom), agar dapat berperan aktif dalam mendukung kemajuan Kalimantan Barat.
“PKSB siap mendukung penuh program pemerintah, baik di bidang budaya, pembangunan, pendidikan, maupun kesehatan. Kami ingin Kalimantan Barat menjadi daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing, dengan masyarakat yang rukun dalam keberagaman,” ujar Agus.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini PKSB telah terbentuk di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dan didukung oleh puluhan pengurus yang aktif. Ke depan, PKSB berkomitmen menjadikan kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai agenda rutin organisasi sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, PKSB secara resmi melantik Andi Ramli sebagai Panglima Besar PKSB se-Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Andi Ramli mengajak seluruh organisasi kebugisan serta elemen etnis lainnya untuk menjadikan PKSB sebagai perekat persatuan, bukan sebagai pembeda di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Sementara itu, salah satu pendiri PKSB menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari semangat persatuan dan kecintaan terhadap warisan budaya Bugis.

PKSB berkomitmen untuk terus mengenalkan nilai-nilai luhur budaya Bugis kepada generasi muda, sekaligus menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Kalimantan Barat.

“Budaya adalah identitas. Melalui PKSB, budaya Bugis tidak hanya dikenal oleh komunitas internal, tetapi juga menjadi bagian dari mosaik budaya Kalimantan Barat yang harus dijaga dan dilestarikan bersama,” tegasnya

Novi

No More Posts Available.

No more pages to load.