PKSB Kalbar Tegaskan Peran Perekat Persatuan di Tengah Keberagaman

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id – Pontianak – Ketua Umum Persatuan Keturunan Suku Bugis (PKSB) Kalimantan Barat, Agus Sugianto, SH, MH, menegaskan bahwa pada usia ke-27 tahun, PKSB telah memasuki fase kedewasaan organisasi. Pada tahap ini, PKSB tidak hanya dituntut menjaga eksistensi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Agus menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh elemen kebugisan, mulai dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), pilar-pilar organisasi, hingga badan otonom (banom), agar dapat berperan aktif dalam mendukung kemajuan Kalimantan Barat.
“PKSB siap mendukung penuh program pemerintah, baik di bidang budaya, pembangunan, pendidikan, maupun kesehatan. Kami ingin Kalimantan Barat menjadi daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing, dengan masyarakat yang rukun dalam keberagaman,” ujar Agus.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini PKSB telah terbentuk di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dan didukung oleh puluhan pengurus yang aktif. Ke depan, PKSB berkomitmen menjadikan kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai agenda rutin organisasi sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, PKSB secara resmi melantik Andi Ramli sebagai Panglima Besar PKSB se-Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Andi Ramli mengajak seluruh organisasi kebugisan serta elemen etnis lainnya untuk menjadikan PKSB sebagai perekat persatuan, bukan sebagai pembeda di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Sementara itu, salah satu pendiri PKSB menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari semangat persatuan dan kecintaan terhadap warisan budaya Bugis.

PKSB berkomitmen untuk terus mengenalkan nilai-nilai luhur budaya Bugis kepada generasi muda, sekaligus menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Kalimantan Barat.

“Budaya adalah identitas. Melalui PKSB, budaya Bugis tidak hanya dikenal oleh komunitas internal, tetapi juga menjadi bagian dari mosaik budaya Kalimantan Barat yang harus dijaga dan dilestarikan bersama,” tegasnya

Novi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kediri Kota Ungkap Kasus Kekerasan Anak, Satu Orang Ditetapkan Tersangka
Imigrasi Bentuk Desa Binaan di Kubu Raya, Perkuat Pengawasan Berbasis Masyarakat
Gerakan Indonesia ASRI : Polres Probolinggo Gelar Aksi Penghijauan Pulihkan Lahan Kritis
Polri Untuk Masyarakat : Kapolres Bojonegoro Beri Bantuan Anak Difabel
Polres Lamongan Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat Lewat “Sabuk Kamtibmas”
*Jalin Sinergitas, Polres Blitar Kota Gelar Curhat Kamtibmas Serap Saran dan Kritik dari Masyarakat*
Dukung Sektor Pertanian, Babinsa Karang Tengah Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Irigasi
Polri Bentuk Satgas Perlindungan Jemaah Haji untuk Masyarakat Indonesia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:05 WIB

Polres Kediri Kota Ungkap Kasus Kekerasan Anak, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Jumat, 17 April 2026 - 09:20 WIB

Imigrasi Bentuk Desa Binaan di Kubu Raya, Perkuat Pengawasan Berbasis Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 07:58 WIB

Gerakan Indonesia ASRI : Polres Probolinggo Gelar Aksi Penghijauan Pulihkan Lahan Kritis

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Polri Untuk Masyarakat : Kapolres Bojonegoro Beri Bantuan Anak Difabel

Jumat, 17 April 2026 - 07:52 WIB

Polres Lamongan Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat Lewat “Sabuk Kamtibmas”

Berita Terbaru