Rombongan Pesilat Pulang, Jalur Kediri Kota Dijaga Ketat Polisi

oleh -19 Dilihat

Cybertv.id-KEDIRI KOTA – Kepolisian Resor Kediri Kota Polda Jawa Timur, melakukan pengamanan jalur secara ketat menyusul kepulangan massa yang didominasi pesilat usai menghadiri acara bertajuk ‘ B–Fest (Balaekor Fest)’ di GOR Lembu Peteng, Kabupaten Tulungagung, Sabtu malam (17/1/2026). Di mana rombongan tersebut melintasi sejumlah ruas jalan di wilayah Kediri Kota menuju daerah masing-masing.

Pengamanan dipimpin langsung Kepala Bagian Operasional Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, didampingi Kasatlantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, Kasat Samapta AKP Priyo Hadistiyo, KBO Satlantas Iptu Murnianto, serta para kanit dan puluhan personel lintas fungsi.

Tujuannya, antisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam pelaksanaannya, sejumlah titik strategis menjadi fokus pengamanan, terutama di perbatasan Kediri Kota yang mengarah dari Tulungagung, serta jalur-jalur utama yang dilalui rombongan pesilat.

“ Untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas, kami menempatkan personel di titik perbatasan dan sepanjang jalur yang dilalui rombongan massa pesilat,” ujar Kompol Iwan, Minggu (18/1/2026).

Menurut dia, pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Kediri Kota dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada kegiatan masyarakat berskala besar yang melibatkan mobilisasi massa lintas daerah.

Selain pengamanan statis, petugas juga melakukan pengawalan melekat terhadap rombongan pesilat yang kembali ke daerah asalnya. “ Pengawalan ini dilakukan untuk mencegah potensi gesekan maupun gangguan selama perjalanan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan pengamanan, polisi turut mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan provokasi atau tindakan yang berpotensi memicu konflik antarperguruan. Mereka dibawa ke Mapolres Kediri Kota untuk proses lebih lanjut.

Di sela kegiatan tersebut, Kompol Iwan mengimbau seluruh pesilat agar menjaga ketertiban, menjunjung tinggi nama baik perguruan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Di waktu yang sama, kepada semua pesilat ia menyebut sebagai pendekar harus bisa mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pencak silat.
(Djoko)

No More Posts Available.

No more pages to load.