Cybertv.id
MEMPAWAH – Menjelang pelaksanaan ritual adat Naik Dango, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Alpian, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Jumat 19 Juni 2026
Naik Dango merupakan tradisi adat masyarakat Dayak yang dilaksanakan setiap tahun setelah musim panen padi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang diperoleh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alpian yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari Fraksi PDI Perjuangan menjelaskan bahwa Naik Dango memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat Dayak, khususnya yang berprofesi sebagai petani.
“Sebagai masyarakat petani di kampung, kami memiliki tradisi syukuran padi setelah panen yang disebut Naik Dango. Kegiatan ini merupakan ritual adat yang setiap tahun kami laksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rezeki dan hasil panen yang diberikan,” ujar Alpian.
Menurutnya, pelaksanaan Naik Dango bukan sekadar seremoni adat, melainkan juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan dan memperkuat solidaritas antarwarga di wilayah Kecamatan Toho.
Ia menegaskan bahwa tradisi tersebut merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Naik Dango menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak. Karena itu, tradisi ini harus terus dipertahankan sebagai warisan yang bernilai tinggi bagi generasi mendatang,” katanya.
Selain membahas pelestarian budaya, Alpian juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah dan aparat penegak hukum terkait aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertambangan yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga di sejumlah wilayah pedesaan.
Menurutnya, kemudahan dalam proses perizinan usaha yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya aktivitas ekonomi yang berjalan sesuai aturan, masyarakat dapat memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta mendukung pendidikan anak-anak mereka,” ujarnya.
Alpian menilai tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat juga dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas sosial dan membantu mengurangi potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan usaha harus tetap mematuhi regulasi yang berlaku serta memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan.
Pada kesempatan itu, Alpian juga mengajak insan pers untuk terus menyajikan informasi yang berimbang, objektif, dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pemberitaan.
“Kepada teman-teman media, mari bersama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menyampaikan informasi yang berimbang kepada publik,” tuturnya.
Pelaksanaan Naik Dango tahun ini diharapkan berlangsung lancar dan khidmat, sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai gotong royong, rasa syukur, serta komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya adat Dayak di Kabupaten Mempawah.
Penulis : Yohanes














