Polsek Sekayam Verifikasi 8 Titik Hotspot, Pastikan Api Padam dan Lahan Aman untuk Tanam Padi

- Penulis

Kamis, 31 Juli 2025 - 04:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Sekayam melaksanakan kegiatan verifikasi terhadap delapan titik hotspot yang terpantau melalui Aplikasi Brin Fire Hotspot di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Rabu (30/7/2025). Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah personel kepolisian yang menyisir beberapa desa yang terindikasi terdapat titik panas.

Dari hasil pengecekan di lapangan, seluruh titik hotspot yang terpantau telah dalam kondisi padam. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di sejumlah dusun dan desa, seperti Dusun Paus Desa Balai Karangan, Dusun Berungkat dan Dusun Bungkang Desa Bungkang, serta Dusun Bantan dan Dusun Lubuk Sabuk di Desa Lubuk Sabuk.

Baca juga : Tindak Cegah Karhutla, Tim Gabungan Verifikasi 14 Titik Hotspot di Entikong

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayoritas lahan yang diperiksa memiliki luas antara 0,6 hingga 0,9 hektare dan digunakan masyarakat setempat untuk kegiatan pertanian, khususnya menanam padi.

Kapolsek Sekayam, Iptu Junaifi, SH, menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada potensi karhutla lanjutan yang membahayakan lingkungan dan masyarakat.

“Kami tidak hanya melakukan pemantauan melalui aplikasi, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi secara fisik. Hal ini penting untuk menjamin keselamatan dan ketertiban di wilayah Sekayam,” ujar Kapolsek.

Delapan personel Polsek Sekayam dikerahkan dalam kegiatan ini. Mereka melaksanakan sejumlah langkah seperti pendataan, pengecekan lokasi, serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat sekitar.

Pendekatan persuasif dan humanis menjadi metode utama yang digunakan dalam menggali informasi dari warga terkait aktivitas pembakaran lahan.

Baca juga : Polres Bondowoso Siaga 24 Jam Antisipasi Antrian BBM di SPBU Imbas Jalur Gumitir Ditutup Sementara

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa lahan yang terbakar dibersihkan secara gotong royong menggunakan metode tradisional, seperti penyiraman air dengan ember dan alat sederhana lainnya.

Baca Juga:  Evaluasi Awal Maret 2026, Kapolsek Meliau Dorong Disiplin dan Profesionalisme Anggota

Pembakaran dilakukan terbatas dan diawasi oleh pengurus desa maupun tokoh adat setempat, sesuai dengan kearifan lokal yang telah berlangsung turun-temurun.

“Meski titik api telah padam, kami tetap mengingatkan warga agar selalu berhati-hati dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Pembakaran lahan dengan alasan apapun tetap harus dikendalikan. Kita semua punya tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Kapolsek Junaifi.

Ia juga menekankan bahwa seluruh lahan yang diperiksa tidak melebihi luas dua hektare, yang merupakan batas yang diatur untuk pembukaan lahan secara tradisional. Petani di wilayah tersebut umumnya menanam komoditas pangan seperti padi, cabai, dan jagung.

“Kami memahami kebutuhan petani, namun pengendalian karhutla harus tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Baca juga : Syukuran dan Doa Lintas Agama Sambut 247 Calon Siswa Bintara di SPN Polda Jatim

Kegiatan verifikasi ini menjadi bagian dari langkah preventif Polri dalam mendukung kebijakan nasional penanggulangan karhutla, sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal. Dengan terjaganya kelestarian lahan, diharapkan musim tanam ke depan berjalan lancar tanpa ancaman kebakaran.

Situasi selama pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Polsek Sekayam memastikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala, serta mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Edukasi dan pendekatan kepada warga akan terus ditingkatkan guna menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Dengan terkonfirmasinya bahwa seluruh hotspot telah padam dan aktivitas pembakaran dilakukan sesuai ketentuan lokal, Polsek Sekayam menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pertanian masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Kami akan terus berada di garda terdepan untuk memastikan bahwa kegiatan pertanian tetap berjalan, tanpa harus mengorbankan keselamatan hutan dan masyarakat,” pungkas Kapolsek Sekayam Iptu Junaifi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Ditbinmas Polda Kalbar Ajak Komunitas Ojek Pikap Maxvary Jaga Kamtibmas.
Polisi Tindak PETI di Desa Tebedak, Aktivitas Sudah Berhenti
Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape
1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap
Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan
Karhutla, Bibit Sawit dan Video Viral: Warga Sekunder C Rasau Jaya Tiga Minta Fakta Diluruskan
FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas.
Dari Desa Entikong, Gerakan Bersama Cegah Karhutla Terus Digelorakan.
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Ditbinmas Polda Kalbar Ajak Komunitas Ojek Pikap Maxvary Jaga Kamtibmas.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Polisi Tindak PETI di Desa Tebedak, Aktivitas Sudah Berhenti

Selasa, 29 September 2026 - 05:48 WIB

Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape

Jumat, 11 September 2026 - 04:06 WIB

1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap

Senin, 7 September 2026 - 02:25 WIB

Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

Berita Terbaru