Polsek Meliau Gencarkan Penertiban PETI di Pedalaman, Pastikan Tak Ada Aktivitas Tambang Ilegal

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Guna memastikan tidak adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), jajaran Polsek Meliau bersama aparat desa kembali melakukan pengecekan menyeluruh di wilayah rawan tambang ilegal. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 24 Juli 2025 di Dusun Sebude, Desa Kuala Rosan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau.

Baca jugaHadiri Muktamar HIMA Persis, Kapolri: Persiapkan Diri Manfaatkan Bonus Demografi

Tim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Meliau Ipda Kornelis, melibatkan sejumlah personel, termasuk Bhabinkamtibmas Desa Kuala Rosan Bripka Febri, Bhabinkamtibmas Desa Lalang Brigadir Fransiskus Pamungkas, Bripda Kirin, serta Kepala Desa Kuala Rosan Bernadus Indra Putra beserta perangkatnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaan pengecekan, tim tidak menemukan adanya aktivitas PETI yang sedang berlangsung. Namun, mereka menemukan sejumlah lokasi bekas pertambangan emas tanpa izin. Lokasi tersebut sudah dalam kondisi terbengkalai dan tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas baru.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, petugas memasang banner imbauan larangan PETI di titik-titik strategis yang sebelumnya kerap dijadikan lokasi tambang ilegal.

Pemasangan ini bertujuan mengingatkan masyarakat agar tidak kembali melakukan kegiatan yang melanggar hukum dan merusak lingkungan.

Baca juga : Kapolres Nganjuk Bahas Persiapan Musim Tanam Jagung Bersama Bulog dan Dinas Pertanian

Kapolsek Meliau AKP Supariyanto, SH, saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menegakkan hukum sekaligus menjaga kelestarian alam.

Baca Juga:  Folda Kalbar Gelar Donor Darah dan Baksos Sambut Hari Bhayangkara ke-79

Ia menegaskan bahwa Polsek Meliau akan terus melakukan patroli dan pengawasan secara rutin di wilayah-wilayah yang pernah menjadi lokasi PETI.

“Kami tidak ingin ada ruang bagi aktivitas ilegal yang merusak lingkungan. Penambangan tanpa izin bukan hanya melanggar hukum, tapi juga membahayakan masyarakat dan mengganggu ekosistem,” ujar AKP Supariyanto.

“Kami mengajak masyarakat untuk bekerja sama dan melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait PETI,” sambungnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah desa dan masyarakat setempat yang turut serta dalam kegiatan pengecekan dan pemasangan banner larangan PETI tersebut. Menurutnya, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat adalah kunci dalam menekan praktik-praktik tambang ilegal.

Baca jugaSatgas Pangan Polri Sita 201 Ton Beras yang Tidak Sesuai Standar Mutu dan Takaran

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ada perlawanan maupun gangguan yang muncul selama proses pengecekan maupun pemasangan imbauan larangan.

Pihak Polsek Meliau menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut secara berkala. Upaya preventif ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran hukum di sektor pertambangan sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan hidup di wilayah Kecamatan Meliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap
Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan
Karhutla, Bibit Sawit dan Video Viral: Warga Sekunder C Rasau Jaya Tiga Minta Fakta Diluruskan
FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas.
Dari Desa Entikong, Gerakan Bersama Cegah Karhutla Terus Digelorakan.
Lahan Gambut Terbakar di Toba, Polisi dan Tim Gabungan Padamkan Api Seluas Setengah Hektare.
Informasi Warga Berujung Penangkapan, Polsek Kembayan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu
Waspada Penipuan, Nomor WhatsApp Mengatasnamakan Kapolres Melawi Beredar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 04:06 WIB

1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap

Senin, 7 September 2026 - 02:25 WIB

Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 02:01 WIB

Karhutla, Bibit Sawit dan Video Viral: Warga Sekunder C Rasau Jaya Tiga Minta Fakta Diluruskan

Jumat, 4 September 2026 - 04:03 WIB

FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas.

Jumat, 4 September 2026 - 03:52 WIB

Dari Desa Entikong, Gerakan Bersama Cegah Karhutla Terus Digelorakan.

Berita Terbaru