Lahan Gambut Terbakar di Toba, Polisi dan Tim Gabungan Padamkan Api Seluas Setengah Hektare.

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id

Sanggau, Polda Kalbar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terpantau di wilayah Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026). Titik api ditemukan di kawasan Dusun Mangkup, Desa Teraju, yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan upaya pemadaman dan pendinginan oleh tim gabungan.

Penanganan berlangsung mulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga 19.30 WIB. Pemadaman dipimpin Kapolsek Toba Iptu Arnold R. Montolalu, S.H., M.H., bersama personel Polsek Toba, Lembaga Teraju Indonesia (LTI), tim pemadam dari PT Antam dan PT ICA, serta masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahan yang terbakar diketahui merupakan perkebunan sawit milik masyarakat dengan luas sekitar 0,5 hektare.

Kondisi lahan yang memiliki jenis tanah gambut membuat proses penanganan membutuhkan perhatian lebih karena api berpotensi merambat dan menyala kembali apabila bara di dalam tanah belum benar-benar padam.

Tim gabungan langsung melakukan pemadaman dengan menyasar titik-titik api yang masih aktif. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun sumber panas yang dapat memicu munculnya kembali api di area yang telah terbakar.

Dalam proses penanganan, tim didukung berbagai peralatan, antara lain satu unit mobil tangki berkapasitas 16.000 liter, satu unit mobil pemadam kebakaran PT Antam, dua unit babytank masing-masing berkapasitas 1.000 liter, satu unit mesin Robin dan 14 gulung selang.

Kapolsek Toba mengatakan karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.

Karena itu, petugas tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan area terdampak telah melalui proses pendinginan secara menyeluruh.

“Karena lahan yang terbakar merupakan tanah gambut, kami tidak hanya melakukan pemadaman pada api yang terlihat, tetapi juga melaksanakan pendinginan secara maksimal. Hal ini untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan api tidak kembali muncul,” ujar Iptu Arnold R. Montolalu.

Baca Juga:  Polsek Tayan Hulu Lakukan Ground Check Titik Hotspot Karhutla, Api Sudah Padam

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, sumber api diketahui berasal dari area lahan di sekitar lokasi yang sebelumnya telah terbakar.

Api kemudian merambat hingga masuk ke lahan sawit milik masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena api yang tersisa dapat kembali menyebar apabila tidak segera ditangani.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap lahan gambut dan area yang sebelumnya terbakar.

Jangan menganggap api sudah aman hanya karena tidak terlihat. Bara dapat bertahan dan kembali membesar jika kondisi lingkungan mendukung,” kata Iptu Arnold R. Montolalu.

Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan selama lebih dari enam jam, pada sekitar pukul 19.30 WIB seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai. Tim memastikan kondisi api telah padam dan lokasi telah dilakukan pendinginan sebagai langkah untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Toba menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama berbagai unsur. Sinergi kepolisian, perusahaan, lembaga masyarakat dan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain.

Penanganan karhutla di Dusun Mangkup tersebut menjadi bukti bahwa kewaspadaan dan gerak cepat di lapangan sangat diperlukan, terutama di tengah kondisi kemarau. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

(Dny Ard / Humas Res Sgu)

Editor : Yohanes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap
Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan
Karhutla, Bibit Sawit dan Video Viral: Warga Sekunder C Rasau Jaya Tiga Minta Fakta Diluruskan
FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas.
Dari Desa Entikong, Gerakan Bersama Cegah Karhutla Terus Digelorakan.
Informasi Warga Berujung Penangkapan, Polsek Kembayan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu
Waspada Penipuan, Nomor WhatsApp Mengatasnamakan Kapolres Melawi Beredar
3 Titik Karhutla di Kapuas Ditangani Cepat, Polisi dan Warga Bersinergi Padamkan Api
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 04:06 WIB

1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap

Senin, 7 September 2026 - 02:25 WIB

Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 02:01 WIB

Karhutla, Bibit Sawit dan Video Viral: Warga Sekunder C Rasau Jaya Tiga Minta Fakta Diluruskan

Jumat, 4 September 2026 - 04:03 WIB

FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas.

Jumat, 4 September 2026 - 03:52 WIB

Dari Desa Entikong, Gerakan Bersama Cegah Karhutla Terus Digelorakan.

Berita Terbaru