Pintu Air Pintu Kelep di Dusun Betutu Raya Jebol, Warga Kecewa Pemkab dan Pemprov Saling Lempar Tanggung Jawab

- Penulis

Rabu, 2 April 2025 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cyber TV.id – Kubu Raya – Pintu air Pintu Kelep yang berada di Dusun Betutu Raya, batas RT 002 dan RT 003 RW 002, Desa Punggu Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, mengalami kerusakan parah setelah jebol pada Rabu (1/4/2025).

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi warga setempat, terutama terkait dampak terhadap lahan pertanian dan pemukiman yang terancam banjir.
Kepala Desa Punggu Kapuas,Anuar Melai Wanya, pada Kamis pagi (2/4/2025) menyatakan bahwa ia sudah menghubungi Bupati Kubu Raya dan instansi terkait melalui pesan WhatsApp untuk melaporkan kejadian ini.

Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Bupati maupun instansi terkait. Sikap diam ini semakin menambah kekecewaan warga yang merasa diabaikan oleh pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya lamban dalam merespons, Pemkab Kubu Raya dan Pemprov Kalimantan Barat juga dinilai saling melempar tanggung jawab dalam penanganan perbaikan pintu air ini.

“Saya kata Anuar Kepala Desa Punggur Kapuas sudah pernah mengajukan permohonan perbaikan ke Pemkab, tapi diarahkan ke Pemprov. Lalu saya ke Pemprov, malah diarahkan kembali ke Pemkab. Sampai sekarang, tidak ada yang bertindak,” ungkap Melai Wanya dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Kodim Boyolali Dukung Program Bulog Melalui Serapan Gabah Petani

Warga semakin geram dengan ketidakjelasan ini. Dalam pertemuan darurat yang melibatkan Ketua RT, RW, serta Kepala Dusun, warga sepakat untuk mendesak pemerintah segera turun tangan. Mereka menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret, mereka akan melakukan aksi protes secara terbuka.

“Kami sudah cukup bersabar! Lahan pertanian kami terancam gagal panen, rumah kami bisa kebanjiran. Kami tidak akan diam saja melihat ketidakpedulian ini,” ujar salah satu warga dengan nada marah.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Provinsi Kalimantan Barat masih bungkam tanpa ada pernyataan atau tindakan nyata. Warga pun mulai mempertimbangkan langkah-langkah lain agar suara mereka terdengar dan permasalahan ini segera ditangani sebelum dampaknya semakin meluas.

 

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Kediri Kota Hadiri Peresmian SPPG NU di Lirboyo, Dukung Program Gizi dan Pemberdayaan Pesantren
Polres Ngawi Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Pelaku dan 315 Liter Solar Diamankan
Polres Malang Amankan 3 Tersangka Sindikat Curanmor di Singosari
Rakernis Humas Polri 2026 , Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital
Polri Luncurkan Layanan Laporan Polisi Online, Super App Polri Kini Semakin Lengkap dan Transparan
Polres Jember Ungkap Dugaan Penimbunan Pertalite, Tersangka Gunakan Mobil Modifikasi
Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Kurir Sabu di Surabaya
Gotong Royong TNI Dan Warga, Pengelasan Besi Pengaman Jembatan Perintis Garuda Terus Dikebut
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:32 WIB

Kapolres Kediri Kota Hadiri Peresmian SPPG NU di Lirboyo, Dukung Program Gizi dan Pemberdayaan Pesantren

Selasa, 14 April 2026 - 08:48 WIB

Polres Ngawi Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Pelaku dan 315 Liter Solar Diamankan

Selasa, 14 April 2026 - 08:46 WIB

Polres Malang Amankan 3 Tersangka Sindikat Curanmor di Singosari

Selasa, 14 April 2026 - 08:44 WIB

Rakernis Humas Polri 2026 , Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital

Selasa, 14 April 2026 - 08:39 WIB

Polri Luncurkan Layanan Laporan Polisi Online, Super App Polri Kini Semakin Lengkap dan Transparan

Berita Terbaru