Demonstrasi Segelintir Orang di Gedung Dewan Kehormantan Penyelenggara Pemilu Sambas  Diduga Massa Bayaran. 

- Penulis

Minggu, 23 Juni 2024 - 03:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBERTV.ID – Pontianak, Kalimantan Barat – Demonstrasi segelintir orang di Gedung Dewan Kehormantan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan KPK yang membawa-bawa Kabupaten Sambas, Jumat (21/06/2024), penuh kejanggalan.

Kejanggalan itu antara lain dilakukan oleh massa yang diduga dibayar. Massa tersebut bukan warga Kalbar, dan bukan pula warga dari Kabupaten Sambas. Demikian pula koordinator lapangan aksi demonstrasi, berasal dari kelompok dari Purwakarta dan Maluku.

Untuk Korlap yang membuat organ Lembaga Pemantau Pilkada (LPP) adalah Yudha Dawami Abdas yang merupakan alumni STAI Ez Muttaqin Purwakarta. Kelompok ini berdemo di Dewan Kehormantan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jumat (21/06/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari yang sama, dengan menggunaan mobil komando yang sama, kelompok yang membuat nama Forum Komunikasi Mahasiswa Perbatasan (FKMP) berdemonstrasi di KPK.

Praktisi Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak, Denie Amiruddin SH Mhum menyoroti kejanggalan demonstrasi itu. “Jangan sampai demo itu menggunakan instrumen hukum untuk kepentingan politis. Apalagi jika ada dugaan menggunakan massa bayaran,” kata Denie Amiruddin, Minggu (22/6/2026).

Menurutnya, massa yang orasi bukan berasal dari masyarakat Kabupaten Sambas dan masyarakat Kabupaten Sambas dalam kondisi aman dan kondusif menjelang Pilkada 2024.

“Demo oleh massa dari provinsi lain, akan menimbulkan tanda tanya. Mengapa dan apakah ada yang menggerakkan. Sementara masyarakat Sambas ingin tetap tenang dan damai dalam melaksanakan demokrasi Pilkada 2024,” kata Denie.

Selain itu, kata dia, isu yang dipersoalkan juga sangat tidak masuk akal dan bertendensi politis. “Demo boleh saja, tapi jangan gunakan instrumen hukum untuk tindakan keji menjatuhkan lawan politik,” kata Denie.

Seperti diketahui, massa LPP mendemo DKPP, Jumat (21/6/2024). Mereka mengajukan tiga tuntutan antara lain mendesak DKPP untuk mengadili KPU dan Bupati Sambas, segera menonaktifkan KPU Sambas dan mendesak DKPP membentuk Satgas Pencegahan Mobilisasi Birokrasi dan Intervensi Kekuasaan bagi Calon Petahana pada Pilkada 2024.

Baca Juga:  SENKOM MITRA POLRI SULSEL SIAP DUKUNG PROGRAM RELAWAN ANTI NARKOBA BNN

Di hari yang sama, namun jam berbeda. Massa mengatasnamakan FKMP berdemo di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan, Jakarta Selatan. Isu yang dimunculkan adalah dugaan kasus korupsi pembangunan SDN 02 dan SDN 08 Pemangkat serta pembangunan waterfront di Kabupaten Sambas.

“Tuntutan terkait pelanggaran kode etik komisioner KPU Kabupaten Sambas dan Bupati Sambas saat launching Pilkada Bupati dan Wakil Bupati, aneh. Hal itu tidak masalah karena telah menjadi tahapan dalam Pilkada Sambas 2024. Dan kehadiran Satono adalah selaku Bupati Sambas dan masih menjalankan tugas bupati yang tersisa masih dua tahun lebih,” kata Denie.

Untuk itu, lanjutnya, sangat wajar apabila bupati harus memastikan agar Pilkada Sambas terselenggara sesuai mekanisme, sejak proses awal hingga akhir.

Di tempat terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Sambas, Anwari SSos MAP mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama aparat hukum di Kalbar yang menjaga kondusivitas di Kabupaten Sambas.

“Dalam setiap perhelatan Pilkada di Sambas, selalu kondusif. Kita harapkan pada 2024 juga sama dan tidak ada yang membuat kekacauan,” kata Anwari yang juga legislator Kabupaten Sambas ini.

Anwari menilai demonstrasi yang janggal di Jakarta oleh orang-orang bukan warga Sambas, penuh tanda tanya. “Berpolitiklah yang santun, jangan menggunakan cara-cara kotor. Berkompetisilah yang sehat dalam berdemokrasi. Pembuat onar boleh ditangkap,” jelas Anwari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Papar Dampingi Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan
Polres Kediri Gelar Nobar, Kebersamaan Anggota Dikemas Lewat Film
Kapolres Kediri Dampingi Dandim 0809/Kediri Resmikan Lapangan Bola Voli Sparta Muda
Jelang HUT Lantas ke-71, Polisi Sapa Ojol: Utamakan Keselamatan, Keluarga Menanti di Rumah
Peringati HUT TNI Ke 81, Sinergi TNI-Polri Dan Masyarakat Kota Blitar Gelar Aksi Tanam Pohon Di Bantaran Sungai Karplos
Dugaan Perampasan Emas di Sekadau, Dua Oknum Kejaksaan Diperiksa Internal
Kabut Asap Makin Parah, FKUB Kubu Raya Desak Warga Tak Abaikan Bahaya Polusi Udara
FKUB Kubu Raya Imbau Masyarakat Gunakan Masker di Tengah Kabut Asap Makin Pekat
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:16 WIB

Polsek Papar Dampingi Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan

Sabtu, 12 September 2026 - 16:14 WIB

Polres Kediri Gelar Nobar, Kebersamaan Anggota Dikemas Lewat Film

Sabtu, 12 September 2026 - 16:12 WIB

Kapolres Kediri Dampingi Dandim 0809/Kediri Resmikan Lapangan Bola Voli Sparta Muda

Sabtu, 12 September 2026 - 16:09 WIB

Jelang HUT Lantas ke-71, Polisi Sapa Ojol: Utamakan Keselamatan, Keluarga Menanti di Rumah

Sabtu, 12 September 2026 - 08:12 WIB

Peringati HUT TNI Ke 81, Sinergi TNI-Polri Dan Masyarakat Kota Blitar Gelar Aksi Tanam Pohon Di Bantaran Sungai Karplos

Berita Terbaru