Kedepankan Paradigma Baru Dalam Pelayanan Unjuk Rasa, Polresta Pontianak Gelar Simulasi Sispamkota

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONTIANAK, Polda Kalbar – Guna mengedepankan Paradigma baru dalam pelayanan Unjuk Rasa, Kepolisian Resor Kota Pontianak menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) 2025 di Alun-Alun Kapuas, Kota Pontianak. (Jumat, 12/12/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Mabes Polri dan Apel Kasatwil untuk mereformasi pelayanan unjuk rasa, yang kini lebih mengedepankan aspek pelayanan dan Hak Asasi Manusia (HAM).

​Simulasi yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., tersebut disaksikan oleh Waka Polda Kalbar, Brigjen Pol Roma Hutajulu, S.I.K, M.Si, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar, bersama Wali Kota Pontianak Ir. Edi Rusdi Kamtono, MM, MT, Perwakilan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat, serta para Kapolsek jajaran Polresta Pontianak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Simulasi ini menampilkan tahapan penanganan aksi, mulai dari fase tertib, kurang tertib, tidak tertib, hingga fase rusuh, dengan penekanan pada penggunaan kekuatan yang terukur dan menjunjung tinggi HAM.

​Waka Polda Kalbar menyampaikan apresiasinya terhadap Polresta Pontianak atas pelaksanaan kegiatan Simulasi Sispamkota tersebut.

​“Pejabat utama di tingkat Polda mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Pontianak dan jajaran sudah menginisiasi tindak lanjut daripada Apel Kasatwil,” ujar Brigjen Pol Roma Hutajulu .

​Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan merubah paradigma pelayanan unjuk rasa dari yang semula bersifat pengamanan menjadi pelayanan.

​“Salah satu materinya adalah bagaimana merubah paradigma penanganan dan pelayanan unjuk rasa. Sambil paralel di Markas Besar melakukan revisi, kita juga di sini sudah merubah paradigma pelayanan unjuk rasa melalui sistem keamanan kota dengan langsung melaksanakan gladi di lapangan,” tambahnya.

​Waka Polda menegaskan bahwa tahapan penanganan telah jelas, namun tetap mengedepankan prinsip HAM.

Baca Juga:  Cegah Karhutla, Polsek Kapuas Pasang Banner Himbauan di Tiga Desa Strategis

“Sudah jelas tahapannya yang sudah dijelaskan ada pada saat eskalasi fase tertib, kurang tertib, kemudian tidak tertib bahkan sampai ke rusuh. Ada gambaran situasi parameternya, ada kekuatan dan tindakan, tetapi tetap kita mengedepankan hak asasi manusia,” tegasnya.

​Sementara itu, Kapolresta Pontianak menjelaskan perubahan kultur dalam pelayaan unjuk rasa.

​“Simulasi ini adalah pelayanan aksi unjuk rasa. Jadi kembali lagi disampaikan bahwa Mabes Polri telah merubah pemahaman dalam penanganan unjuk rasa. Yang dulunya pengamanan menjadi pelayanan.”

“​Perubahan ini merujuk pada Perkap No. 1 Tahun 2006, Protap 1 Tahun 2010, dan Perkap lainnya. Aspirasi masyarakat dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.”

​“Kami dari Kepolisian merespon itu sebagai tugas kami dalam memberikan pengamanan dengan cara pelayanan kepada Masyarakat, pengamanan berupa kegiatan yang sifatnya Humanis, kemudian secara harmonis.” Ungkap Suyono.

​Ia juga menegaskan arahan Kapolda Kalbar bahwa Pengunjuk Rasa dan Aparat Kepolisian adalah Mitra.

“Kami akan selalu melakukan koordinasi mulai saat penyampaian pemberitahuan kegiatan, titik kumpul, sampai dengan selesainya aksi Unjuk Rasa.”

“Yang dulunya aturan kami adalah mulai dari zona hijau, kuning, dan merah, sekarang berubah. Ada fase-fase tertentu yang telah kita lakukan dalam pelayanan aksi unjuk rasa.” Tegasnya.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menambahkan bahwa simulasi ini juga menekankan pentingnya komunikasi Publik yang transparan dan akuntabel.

“Publik harus mengetahui bahwa Polri saat ini bertransformasi dalam pelayanan Unjuk Rasa. Kami memastikan bahwa setiap tahapan dilakukan secara Profesional, Humanis, dan sesuai standar Operasional prosedur yang baru.” Pungkas Bayu.

Nov/ Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bersama Masyarakat, Polda Kalbar Hadirkan Dialog Kamtibmas Penuh Kebersamaan di Taman Akcaya.
Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai
Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.
Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.
Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.
Subuh Keliling Polda Kalbar, Ajak Masyarakat Cegah Perundungan dan Jaga Kerukunan.
Sinergi Polri dan UPT PKPTK Pontianak, Kapolda Kalbar Tinjau Pelatihan Keterampilan Warga
Laka Lantas di Simpang Manuk Sanggau, Satu Pengendara Meninggal Dunia dan Dua Orang Luka-luka
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Polda Kalbar Hadirkan Dialog Kamtibmas Penuh Kebersamaan di Taman Akcaya.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.

Berita Terbaru