FERADI WPI Agendakan Kunjungan ke Rumah Sakit dan Koordinasi ke Polsek Majalaya Terkait Kasus Penganiayaan Anggota FERADI WPI

oleh -41 Dilihat

Cybertv.id – Karawang — Tim FERADI WPI pada hari ini, Selasa, menjalankan agenda organisasi dengan melakukan kunjungan kemanusiaan ke rumah sakit guna menjenguk salah satu anggota yang menjadi korban kasus penganiayaan, sekaligus melanjutkan koordinasi hukum dengan pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.

Koordinator tim, Revan Pratama Wijaya, S.H., bersama Bang Adang, SH menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti langsung oleh jajaran pengurus pusat dan daerah FERADI WPI antara lain Harriani Bianca Ketua DPD FERADI WPI Jakarta dan Zainil Yasni Ketua PBH Duren Sawit 1, dkk. sebagai bentuk solidaritas organisasi serta komitmen dalam mengawal kepentingan hukum anggotanya.

“Hari ini tim FERADI WPI, saya Revan Pratama Wijaya, S.H., Wakil Ketua Umum FERADI WPI, bersama Ketua Umum FERADI WPI Bapak Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., kemudian juga bersama Ketua DPD Jawa Barat Bapak Haji Adang Barowi, S.H., serta Ketua DPD FERADI WPI Jakarta Bu Bianca dan jajaran kepala divisi serta para pengurus FERADI WPI, berencana akan menjenguk korban di rumah sakit tempatnya dirawat” ujar Revan.

Revan menyampaikan, sebelum menuju rumah sakit, rombongan terlebih dahulu berada di Kantor DPD FERADI WPI Jawa Barat. Kehadiran Ketua Umum FERADI WPI di kantor DPD Jawa Barat tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan silaturahmi internal dan memberikan dukungan langsung kepada jajaran pengurus daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, menyampaikan sikap tegas organisasi terkait kasus penganiayaan yang menimpa anggotanya, sekaligus menegaskan komitmen FERADI WPI dalam memberikan perlindungan dan pendampingan penuh.

“FERADI WPI tidak akan tinggal diam apabila ada anggotanya yang menjadi korban tindak kekerasan. Organisasi hadir untuk memastikan bahwa setiap anggota mendapatkan pendampingan, perlindungan, dan keadilan hukum sebagaimana mestinya,” tegas Donny Andretti.

Selain dukungan moral dan organisatoris, Ketua Umum FERADI WPI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi sarana dan prasarana Kantor DPD FERADI WPI Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum memberikan dukungan dengan membelikan unit pendingin ruangan (AC) baru 1PK. untuk kantor DPD Jawa Barat, mengingat fasilitas AC yang sebelumnya sudah lama tidak berfungsi optimal.

“Kenyamanan pengurus di daerah adalah bagian dari tanggung jawab organisasi. Dukungan fasilitas yang memadai diperlukan agar roda organisasi berjalan dengan baik,” ujar Donny Andretti.

“Terimakasih Banyak Ketua Umumku, Dana Sudah di transfer ke Rekening DPD FERADI WPI JABAR seketika itu juga” ujar Pak Adang SH Ketua DPD FERADI WPI JABAR

Setelah dari Kantor DPD FERADI WPI Jawa Barat, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Rumah Sakit Efarina Etaham untuk menjenguk rekan sekaligus anggota FERADI WPI yang menjadi korban dugaan penganiayaan.

“Kami akan menuju ke Rumah Sakit Efarina Etaham untuk menjenguk rekan atau anggota FERADI WPI yang menjadi korban kasus penganiayaan,” lanjut Revan.

Usai agenda kunjungan ke rumah sakit dan makan siang bersama, rombongan FERADI WPI dijadwalkan mendatangi Polsek Majalaya, Kabupaten Karawang, untuk mempertanyakan dan mengonfirmasi tindak lanjut penanganan perkara yang saat ini tengah diproses.
“Setelah makan siang, kami bersama Ketua Umum FERADI WPI akan melanjutkan ke Polsek Majalaya Karawang untuk mempertanyakan tindak lanjut perkara yang saat ini sedang ditangani oleh tim FERADI WPI,” kata Revan, SH

Agenda ini merupakan bagian dari langkah organisasi FERADI WPI dalam memberikan pendampingan moral kepada korban, memperkuat solidaritas internal, serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Redaksi media ini menyatakan bahwa pemberitaan disusun secara berimbang dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Penulis : Wilma Sribayu

No More Posts Available.

No more pages to load.