ED Ungkap Sosok “Bos Besar” di Balik Peredaran Solar Subsidi di Kapuas Hulu

oleh -181 Dilihat
oleh

Cybertv.id.- Kapuas Hulu — Dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam praktik peredaran minyak solar bersubsidi kembali mencuat di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Terkait statemen Kapolda Kalbar, Irjen Pol. Pipit Rismanto, menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam penyimpangan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, termasuk jika melibatkan oknum aparat kepolisian.

“Siapa pun yang terlibat, termasuk oknum polisi, akan kami tindak. Jika ada penyimpangan BBM bersubsidi, segera laporkan agar bisa kami tindaklanjuti,” tegas Kapolda.

Baca juga  :  Semangat Baru di Dunia Bola Voli AKBP Raden Erik Bangun Prakasa Resmi Pimpin PBVSI Kabupaten Magetan

Sementara itu, seorang pria berinisial ED mengaku hanya berperan kecil dalam aktivitas distribusi solar bersubsidi di wilayah tersebut. Ia bahkan menyebut adanya pihak lain yang lebih berpengaruh dan memiliki peran besar di balik jaringan peredaran BBM ilegal itu.

Dalam keterangannya kepada wartawan, ED menyebut dirinya hanya mengantarkan sebagian kecil pasokan kepada seseorang berinisial UB, sedangkan sebagian besar dikendalikan oleh pihak lain yang disebutnya memiliki “bos besar.”

“Memang bukan dari saya semua, paling 10 persen saja. Sembilan puluh persennya dari orang lain. Kita cuma ngantar ke Suruk. Kalau ada pesanan, ya sebulan sekali dia ambil ke kita,” ungkap ED melalui pesan WhatsApp kepada Media Kalbar, Senin (20 Oktober 2025).

Menurut pengakuannya, ED biasanya mengantarkan sekitar 10 drum per minggu ke lokasi UB, untuk kemudian diteruskan ke seseorang berinisial AG di Nanga Sebilit. Dalam rantai distribusi ini, ED menyebut adanya figur berinisial ND yang disebutnya sebagai “orang besar” sekaligus pengendali utama.

“Bosnya itu ND, orang besar. Dia punya kendaraan sendiri, gudangnya juga bukan dari kita. Kalau dibilang semua dari saya, itu tidak benar,” tegasnya.

ED juga mengungkap bahwa ND diduga memiliki hubungan dengan Gudang Golden King di Putussibau, yang sebelumnya pernah disorot publik karena aktivitas penyimpanan BBM ilegal.

“Bosnya itu ND, dia tugas di Pontianak, tapi yang main di gudang itu istrinya. Kalau mau tahu lebih banyak, tanya orang di Suruk, minyaknya dari mana. Mobil dalam foto itu mobil ND,” jelas ED.

ED menambahkan, UB hanya mengambil sebagian kecil minyak darinya.

“Kalau Uju Bambang ambil, paling 10 drum saja. Tapi nama saya yang disebut, padahal yang lain juga banyak ngambil. Kalau 100 persen dari saya, ya saya ngaku. Tapi ini cuma 10 persen,” ujarnya.

Baca juga  POLRES PASURUAN GELAR OPS GAKTIBPLIN DAN MITIGASI, TINGKATKAN DISIPLIN ANGGOTA POLRI

Ia menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa dirinya bukan pemasok utama dalam rantai distribusi solar bersubsidi itu.

“Kalau mau tahu sumber besarnya, ya tanya ke bosnya. Kami cuma pengantar kecil,” pungkas ED.

No More Posts Available.

No more pages to load.