Cybertv.id – Bukittinggi, — DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bukittinggi menolak wacana kampus dalam pengelolaan tambang. (4/2/25).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wacana terkait kampus untuk mengelola tambang tertuang dalam usulan pemerintah pusat Pasal 51A Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Keempat atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) aturan tersebut secara langsung membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mendapatkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) mineral logam secara prioritas.
Wacana pemberian izin usaha tambang untuk perguruan tinggi yang terdapat dalam Revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (RUU Minerba) menciptakan polemik kepentingan.
Fikri Lafendra selaku ketua cabang GMNI Bukittinggi menyampaikan penolakan terhadap wacana tersebut.
Fikri mengatakan justru ini bertentangan dengan fungsi pendidikan dan tujuan utama pendidikan, yang mana perguruan tinggi ialah untuk menyukseskan tujuan pendidikan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan untuk mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia sebagaimana yang termuat dalam Alinea Ke-IV Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.pengelolaan tambang oleh perguruan tinggi bukan tujuan utama pendidikan justru ini akan merusak independensi perguruan tinggi dan akan menciptakan polemik kepentingan semata saja.
Baca Juga: Babinsa Kelurahan Blitar, Dampingi Program Home Care Hore Lansia Blitar - Serka Samuel Henuk seorang anggota Koramil 0808/01 Sukorejo yang bertugas sebagai Babinsa di Kelurahan Blitar, turut mendampingi petugas Puskesmas Sukorejo dan Kelurahan Sukorejo dalam melaksanakan kegiatan Home Care Si Hore Lansia di rumah Bapak Suyono di Jalan Joko Kandung Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Rabu (9/10/2024). Kegiatan Home Care Si Hore Lansia merupakan program yang bertujuan untuk memberikan perhatian khusus dan pelayanan kesehatan kepada lansia di wilayah Sukorejo. Serka Samuel Henuk dan tim petugas Puskesmas Sukorejo serta Kelurahan Sukorejo menjalankan program ini dengan penuh dedikasi dalam memberikan perawatan dan pemantauan kesehatan kepada Bapak Suyono. "Dengan program Home Care Si Hore Lansia ini, kami berupaya memberikan perhatian dan bantuan kepada lansia di wilayah Sukorejo untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan mereka terjaga dengan baik," ujar Serka Samuel Henuk. Selama kegiatan tersebut, Serka Samuel Henuk membantu petugas dalam memberikan perawatan, pengawasan pola makan, dan memberikan informasi kesehatan kepada Bapak Suyono. Mereka juga melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi kesehatan lansia tersebut serta memberikan saran-saran untuk meningkatkan gaya hidup sehat. Bapak Suyono dan keluarganya menyambut baik kehadiran Serka Samuel Henuk dan tim petugas kesehatan baik dari Puskesmas maupun Kelurahan. Mereka merasa terbantu dan mendapat perhatian yang lebih dalam upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan Bapak Suyono. "Kami merasa sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Program Home Care Si Hore Lansia ini sangat membantu kami dalam menjaga kesehatan Bapak Suyono. Semoga program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi lansia di sekitar wilayah Sukorejo," ujar salah seorang anggota keluarga Bapak Suyono. Ditemui di tempat terpisah Danramil 0808/01 Sukorejo Kapten Inf. Moh. Ackhiyak menyampaikan "Salah satu tugas Babinsa sebagai ujung tombak Komando kewilayahan yang tentunya harus tetap berperan aktif, membantu kesulitan warga binaannya yang salah satunya melalui program kegiatan Home Care Si Hore Lansia ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan dukungan bagi lansia di wilayah Sukorejo untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan lansia dengan lebih baik "pungkasnya (Dim0808)
“Harus ada kajian mendalam dan lebih luas terkait wacana kebijakan kampus kelola tambang, baik itu disisi positif terlebih posisi negatif.
Jangan sampai kampus lebih mengutamakan bisnis daripada pendidikan itu sendiri,” ucap Fikri.
Dalam hal ini tentu membuat kampus tidak lagi dipandang sebagai tempat melahirkan manusia intelektual, tapi tempat melahirkan pebisnis.
“Ini sepertinya patut juga dicurigai tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba muncul kebijakan wacana pemberian izin pengelolaan tambang di perguruan tinggi, jangan sampai ini merupakan selera para penguasa atau sogokan untuk mendiamkan perguruan tinggi dalam hal kebijakan yang di buat oleh pemerintah,” tambahnya.
Kami GMNI Bukittinggi mengajak seluruh elemen mahasiswa Bukittinggi menolak rencana pemerintah pusat memberikan izin pengelolaan tambang di perguruan tinggi, tutup Fikri.
(IC)
Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow