Diduga Alami Depresi, Seorang Ibu di Parindu Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Warga Dusun Bodok, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau digegerkan dengan peristiwa tragis seorang perempuan berinisial E.A. (42) yang ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar mandi rumahnya, Selasa (21/10/2025) sore. Polisi menyebut kuat dugaan korban nekat mengakhiri hidup akibat depresi yang dialaminya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh orang tua korban sekitar pukul 15.20 WIB. Saat itu, salah satu orang tua korban hendak menggunakan kamar mandi di lantai satu rumah, namun pintunya dalam keadaan terkunci dari dalam. Setelah beberapa kali dipanggil namun tak ada jawaban, kecurigaan pun muncul hingga akhirnya orang tua korban memanjat dan melihat ke dalam kamar mandi.

Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati korban dalam keadaan tergantung menggunakan sehelai kain. Sontak, keluarga langsung meminta pertolongan warga sekitar sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Parindu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga  :  Peduli Sesama, Polres Sanggau Gelar Donor Darah Sambut HUT Humas Polri ke-74

Kapolsek Parindu, Ipda M. Ling, S.H., M.Sos., membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB tentang ditemukannya seorang perempuan dalam keadaan meninggal dunia diduga karena gantung diri. Personel kami segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Setibanya di lokasi, petugas melakukan identifikasi dan memeriksa kondisi korban bersama tim medis dari Puskesmas Pusat Damai.

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh dr. Edy Sinuraya, ditemukan adanya jejas di bagian leher korban yang konsisten dengan tanda-tanda gantung diri. Sementara di tubuh lainnya tidak ditemukan adanya luka atau tanda kekerasan.

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa korban selama ini tinggal bersama orang tua dan anaknya di rumah tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis dan depresi akibat persoalan rumah tangga. Suami korban diketahui bekerja di luar negeri dan sudah lama tidak pulang.

Baca Juga:  Polres Sanggau Gelar Patroli Perintis Presisi, Wujudkan Keamanan Malam Akhir Pekan di Kota Sanggau

“Menurut keterangan keluarga, korban pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Singkawang beberapa waktu lalu karena mengalami gangguan kejiwaan. Dugaan kuat, kondisi depresi itu kembali kambuh dan mendorong korban untuk mengakhiri hidupnya,” jelas Kapolsek Parindu.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu helai kain yang digunakan korban untuk melakukan aksi nekat tersebut. Sementara itu, pihak keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi di hadapan pihak kepolisian.

Kapolsek menambahkan, situasi di lokasi kejadian berjalan kondusif dan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan tokoh adat serta perangkat desa untuk membantu menenangkan keluarga korban dan warga sekitar.

“Unit Binmas dan Bhabinkamtibmas telah kami arahkan untuk memberikan edukasi serta imbauan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar. Gangguan kejiwaan dapat dialami siapa saja dan penting untuk mendapatkan perhatian sejak dini,” tutur Ipda M. Ling.

Polsek Parindu juga menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam kasus ini. Namun pihaknya tetap melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai peristiwa tersebut.

Baca juga  :  Korlantas Polri Siapkan SDM Unggul Hadapi Era BPKB Elektronik

“Kasus ini menjadi pengingat bersama akan pentingnya kepedulian sosial dan komunikasi dalam keluarga. Kami berharap masyarakat dapat saling menguatkan dan tidak ragu mencari pertolongan medis apabila ada anggota keluarga yang mengalami depresi,” pungkas Kapolsek Parindu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai
Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.
Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.
Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.
Subuh Keliling Polda Kalbar, Ajak Masyarakat Cegah Perundungan dan Jaga Kerukunan.
Sinergi Polri dan UPT PKPTK Pontianak, Kapolda Kalbar Tinjau Pelatihan Keterampilan Warga
Laka Lantas di Simpang Manuk Sanggau, Satu Pengendara Meninggal Dunia dan Dua Orang Luka-luka
Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat, Polda Kalbar Gelar Curhat dan Silaturahmi Polri Bersama KB FKPPI
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:32 WIB

Subuh Keliling Polda Kalbar, Ajak Masyarakat Cegah Perundungan dan Jaga Kerukunan.

Berita Terbaru