BMKG Prediksi Kemarau Lebih Awal di Riau, Gubernur Serukan Antisipasi Dini Karhutla

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Pekanbaru, 23 April 2025 — Stasiun Klimatologi (Staklim) Riau menggelar pemaparan Prakiraan Musim Kemarau Tahun 2025 di Gedung Daerah Provinsi Riau. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Riau Abdul Wahid beserta jajaran perangkat daerah, serta Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, yang menjadi narasumber utama. Turut hadir seluruh Kepala UPT BMKG se-Provinsi Riau.

Baca juga : BMKG Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau 2025 dan Cegah Karhutla di Riau

Dalam paparannya, Ardhasena menyampaikan analisis terbaru mengenai kondisi iklim di Provinsi Riau dan prediksi musim kemarau tahun 2025, yang mengacu pada data zona musim periode 1991–2020. Berdasarkan hasil analisis tersebut, musim kemarau di Riau diperkirakan akan tiba lebih awal, yakni mulai akhir Mei hingga awal Juli 2025. Sifat musim diprediksi normal hingga bawah normal, yang berarti curah hujan cenderung lebih rendah dari biasanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Informasi prakiraan musim ini sangat penting sebagai dasar penyusunan rencana aksi dini, khususnya dalam menghadapi potensi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan serta kapasitas respons terhadap ancaman yang mungkin timbul,” ujar Ardhasena.

Baca Juga:  BMKG Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau 2025 dan Cegah Karhutla di Riau

Ia juga menegaskan bahwa sektor-sektor strategis seperti pertanian, kehutanan, dan penanggulangan bencana perlu mengantisipasi dampak dari musim kemarau yang lebih kering dan panjang, terutama di wilayah rawan.

Baca juga : Polsek Sawahan Kembangkan Lahan Pekarangan Percontohan di Desa Duren

Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan apresiasinya atas dukungan informasi iklim dari BMKG yang dinilai sangat membantu dalam pengambilan kebijakan berbasis data. “Kami akan menjadikan hasil pemaparan ini sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan antisipatif, terutama dalam upaya pencegahan karhutla dan perlindungan sektor-sektor yang rentan terhadap dampak musim kemarau,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama BMKG dan Pemerintah Provinsi Riau untuk memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim melalui penyediaan informasi iklim yang akurat dan ilmiah serta mendorong sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan iklim ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026
Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma
Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.
Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:28 WIB

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Minggu, 27 September 2026 - 14:42 WIB

Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Berita Terbaru