BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG mengembangkan radar cuaca non-polarimetrik untuk menutup blank spot pemantauan dan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi. Source Foto BMKG

i

BMKG mengembangkan radar cuaca non-polarimetrik untuk menutup blank spot pemantauan dan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi. Source Foto BMKG

 

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional sekaligus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

BMKG menegaskan radar cuaca non-polarimetrik tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem radar cuaca yang telah beroperasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Mafia Obat Keras Kuasai Bandung: Konsorsium ‘Burung Hantu’ Diduga Setor Puluhan Juta ke Tiap Titik Penjualan

Teknologi ini berfungsi sebagai instrumen pendukung yang melengkapi jaringan pemantauan cuaca nasional, terutama dalam menyediakan informasi cuaca secara real-time di wilayah yang selama ini minim pemantauan.

Setelah melalui proses sertifikasi dan standarisasi, BMKG berencana mendorong hilirisasi dan komersialisasi radar cuaca non-polarimetrik agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan sektor kebencanaan.

Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini mencerminkan upaya memperkuat kedaulatan teknologi nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.

Di sisi lain, inovasi ini juga menunjukkan kapasitas talenta lokal dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung pada keselamatan publik.***

Editor : Aldy

Sumber Berita: BMKG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Kajati Kalbar Pimpin Apel Kerja Perdana 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Jaksa
Kunjungi Gereja Katedral dan Immanuel, Menko Polkam Sampaikan Pesan Presiden Untuk Umat Kristiani
Aktivitas PETI Kembali Marak di Sungai Kapuas Sanggau, Diduga Libatkan Oknum APH
Perkara Tipikor Dana Hibah Gereja GKE Sintang Resmi Tahap
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:46 WIB

Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.

Senin, 9 Februari 2026 - 12:31 WIB

BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 - 03:34 WIB

Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura

Berita Terbaru