Aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Nanga Suhaid semakin meningkat dan terkesan kebal hukum.

- Penulis

Senin, 13 Januari 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id – Kapuas Hulu, Nanga Suhaid – Aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Nanga Suhaid semakin meningkat dan terkesan kebal hukum. Berdasarkan informasi dari salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, jumlah pekerja di lokasi tambang ilegal tersebut terus bertambah.

Hal ini menandakan bahwa meskipun ada upaya penertiban dari pihak berwenang, tindakan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak memberikan efek jera bagi para pelaku tambang ilegal.

Menurut sumber tersebut, setiap kali penertiban dilakukan, aktivitas pertambangan emas ilegal seolah mengalami penghentian sementara. Namun, dalam waktu singkat, aktivitas penambangan kembali normal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau hari ini ditertibkan, besok sudah kerja lagi,” ungkapnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa penegakan hukum yang dilakukan cenderung tidak efektif dan tidak memberikan solusi jangka panjang untuk menghentikan praktik ilegal yang merugikan lingkungan dan masyarakat setempat.

Lebih lanjut, sumber tersebut juga menyoroti bahwa banyak pihak yang terlibat dalam i tambang mas ilegal ini, mulai dari pekerja lokal hingga pihak-pihak tertentu yang diduga memberikan perlindungan atau pembiaran terhadap praktik tersebut. Hal ini menciptakan situasi di mana pelaku tambang ilegal merasa terlindungi dan tidak takut akan konsekuensi hukum.

Dari sisi lingkungan, penambangan emas ilegal memiliki dampak yang sangat merugikan. Proses penambangan yang tidak ramah lingkungan berpotensi merusak ekosistem, menyebabkan pencemaran air, dan mengganggu kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam. Selain itu, penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pemisahan emas turut menambah risiko kesehatan bagi para pekerja dan penduduk sekitar.

Baca Juga:  Polri Resmikan Laboratorium Sosial Sains di Akpol, Dorong Transformasi SDM dari Reaktif ke Proaktif

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat lebih serius dalam menangani masalah ini. Penertiban yang dilakukan perlu diimbangi dengan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif dari pertambangan ilegal. Selain itu, perlu adanya kerjasama lintas sektor antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Dalam konteks yang lebih luas, isu tambang emas ilegal di Nanga Suhaid menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh banyak daerah di. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan hukum, tetapi juga mencakup aspek sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, pendekatan yang komprehensif dan inklusif sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini secara efektif.

Sebagai masyarakat yang peduli akan kelestarian lingkungan dan keadilan sosial, penting bagi kita untuk terus mengawasi dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk memberantas praktik tambang ilegal. Kesadaran publik dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan perubahan yang positif dan berkelanjutan di Nanga Suhaid dan daerah lainnya yang mengalami masalah serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Gangguan Kamtibmas Sejak Dini, Kapolres Kediri Ajak warga Desa Sekoto kumpul Bersama
Kapolres Kediri Berangkatkan Ratusan Aktivis ke Apel Kebangsaan Jatim, Tekankan Persatuan
Sumpah Pemuda ke-98, Polres Kediri Gaungkan Semangat Patriotik dan Empati
Polsek Gurah Dampingi Panen Jagung BUMDes Blimbing, Dukung Usaha Pangan Desa
Kapolri Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pelayanan Aksi Penyampaian Aspirasi
Kadivhumas Polri: Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-Undang, Mari Jaga Keamanan Bersama
Polisi Jogo Sekolah : Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar Bentengi Generasi Muda dari Narkoba dan Bullying
Seni Wayang Jadi Jembatan Komunikasi Polisi dan Masyarakat di Kota Kediri
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas Sejak Dini, Kapolres Kediri Ajak warga Desa Sekoto kumpul Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Kapolres Kediri Berangkatkan Ratusan Aktivis ke Apel Kebangsaan Jatim, Tekankan Persatuan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Kediri Gaungkan Semangat Patriotik dan Empati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Polsek Gurah Dampingi Panen Jagung BUMDes Blimbing, Dukung Usaha Pangan Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Kapolri Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pelayanan Aksi Penyampaian Aspirasi

Berita Terbaru