Pendidikan Indonesia perlu refleksi dan waras* *Pendidikan Nasional : Bukan Cuma Soal Sekolah, Tapi Soal Masa Depan Negara Kesatuan Republik Indonesia*

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id-Coba bayangkan Indonesia 10- 20 tahun lagi (Indonesia emas) Siapa yang akan jadi dokter, pendidik, dosen, konselor, petani, insinyur, atau pemimpinnya ? Jawabannya ada di ruang kelas hari ini. Di situlah *pendidikan nasional* bekerja dengan logika berpikir cerdas

Pendidikan nasional bukan cuma urusan Kementerian Pendidikan. Ini adalah proyek besar bangsa untuk mencetak manusia Indonesia yang cerdas otaknya dan mulia akhlaknya. Sesederhana itu, tapi menjawab tantangannya luar biasa, bukan malah dikebiri bahkan dimatikan atau dihapuskan pendidikan nya.

*Gambaran Pendidikan Kita Sekarang : Antara Harapan dan Realita*

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

*Yang sudah bagus :*
Hampir semua murid Indonesia sekarang bisa sekolah di pendidikan dasar sampai tinggi (wajib belajar 13 tahun) Dulu, banyak anak di desa harus putus sekolah karena biaya atau jarak. Sekarang, akses sudah jauh lebih terbuka. Belum lagi program *Merdeka Belajar* yang memberi pendidik dan murid ruang lebih leluasa untuk kreatif, bukan cuma kejar kuantitatif nilai ujian saja tapi lebih menekankan kualitatif yang nantinya akan diikuti kuantitatif

*Yang masih jadi pekerjaan rumah pendidikan (negara) :* adalah bagaimana negara bisa win solution untuk segera selesaikan masalah pendidikan yang di dalam nya ada pendidik, tenaga pendidikan, murid dan masyarakat, seperti PR kemampuan murid membaca, menulis dan berhitung, menurut data, Hasil assesment internasional PISA murid Indonesia masih ketinggalan dalam membaca dan berhitung dibanding negara lain. Banyak murid yang bisa baca, tapi belum tentu paham isi bacaannya. Bisa hitung, tapi bingung kalau soal cerita. Apalagi pendidikan logika dan karakter

Di kota besar, sekolah sudah pakai AC, proyektor, bahkan AI. Tapi di daerah terpencil, masih ada sekolah yang atapnya bocor dan pendidik honorer yang gajinya pas-pasan. Negara perlu hadir disana untuk memenuhi amanat undang-undang Pendidikan. Kesenjangan ini yang harus segera diselesai dan tuntas sebelum Indonesia emas.

*pendidik : Kunci yang Sering Terlupakan*
Kita sering bicara soal kurikulum, fasilitas, teknologi. Tapi lupa, ujung tombaknya tetap pendidik. Pendidik yang hebat bisa bikin murid yang minim fasilitas jadi luar biasa. Sebaliknya, fasilitas canggih tanpa pendidik yang kompeten ilmu nya karena pendidik bukan mekanik atau operator tapi sebagai konduktor orkestra pendidikan.

Baca Juga:  Polda Jatim Beri Trauma Healing Korban Runtuhnya Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Makanya diperlukan penataan kembali kualitas pendidikan tidak hanya kejar target saja dalam pelaksanaan *PPG = Pendidikan Profesi Guru*. Tujuannya satu: pastikan setiap pendidik benar-benar siap melakukan belajar dan mengajar, bukan cuma mendorong segera punya ijazah.

*Tantangan pendidikan : HP, Medsos, dan Karakter*
Era sekarang anak-anak lebih banyak belajar dari TikTok , IG, youtube daripada buku. Informasi ada di ujung jari. Ini tantangan sekaligus peluang.

Pendidikan nasional sekarang nggak cuma ngajarin 2+2=4. Tapi juga ngajarin: “Informasi hoaks atau fakta ?” “Gimana cara kerja sama walau beda pendapat ?” “Gimana tetap jujur di era digital ?” dan bagaimana kita diberi hak oleh negara dengan sehingga kewajiban pendidikan akan terwujud

Makanya lahirlah *Profil Pelajar Pancasila* — anak Indonesia yang kritis, kreatif, gotong royong, toleran, empati, jujur, bertanggungjawab danl punya karakter baik dan kuat.

*Jadi, Apa Harapan Kita ?*
Pendidikan nasional yang ideal :
1. *Merata*: Anak Papua dan anak Jakarta dapat kesempatan yang sama dalam kesempatan pendidikan
2. *Relevan*: bukan setelah pendidikan atau.Lulus sekolah langsung bisa kerja atau lanjut kuliah tanpa bingung. Karna kita pabrik industri tapi intelektual industrim
3. *Berkarakter*: Pintar iya, tapi juga jujur, toleran, dan peduli sesama dan yang paling utama bisa sebagai role model memanusiakan manusia

Pendidikan itu seperti menanam pohon. Hasilnya nggak kelihatan besok. Tapi 10-20 tahun ke depan, pohon itulah yang akan memberi naungan untuk seluruh bangsa.

*Pertanyaannya sekarang: pohon pendidikan seperti apa yang sedang kita tanam hari ini?*
Dr. Drs. H. Tri Leksono Ph,. S. Kom,. M. Pd,. Kons (komisi etik dan perlindungan pendidik nasional / KEPPNAS)

( Sukindar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bimtek Nasional Fraksi Hanura Tekankan Disiplin Pemilu, Sinkronisasi Kebijakan Pusat–Daerah Jadi Sorotan
Hairil Tami (Pelapor) Soroti Lambannya Penanganan Dugaan Penggelapan oleh Aipda Akhmad Rifai Unit II Harda di Polres Metro Bekasi Kab.*
KaPolres Metro Bekasi Kab. Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H. & Aipda Akhmad Rifai Tidak merespon Permintaan SP2HP terbaru dari HAIRIL TAMI (pelapor) kecewa sekali*
9 Bulan aduan tak ada kejelasan, Hairil Tami pertanyakan kinerja Aipda A. Rifai Unit II HARDA Polres Metro Bekasi Kab., Kepemimpinan Kapolres Kombes Pol. Sumarni disorot.*
Polrestabes Surabaya Siagakan 3.670 Personel Pelayanan Pengamanan May Day 2026
Polri Jamin Hak Konstitusional Buruh Saat May Day, Pengamanan Humanis Dikede­pankan
Polres Mojokerto Kota Amankan Barang Bukti Ungkap Narkoba Senilai 1,1 Miliar
Situasi Aman Jadi Prioritas, Polres Kediri Kota Gelar Apel Siaga Hari Buruh
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bimtek Nasional Fraksi Hanura Tekankan Disiplin Pemilu, Sinkronisasi Kebijakan Pusat–Daerah Jadi Sorotan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:49 WIB

Hairil Tami (Pelapor) Soroti Lambannya Penanganan Dugaan Penggelapan oleh Aipda Akhmad Rifai Unit II Harda di Polres Metro Bekasi Kab.*

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:45 WIB

KaPolres Metro Bekasi Kab. Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H. & Aipda Akhmad Rifai Tidak merespon Permintaan SP2HP terbaru dari HAIRIL TAMI (pelapor) kecewa sekali*

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:43 WIB

9 Bulan aduan tak ada kejelasan, Hairil Tami pertanyakan kinerja Aipda A. Rifai Unit II HARDA Polres Metro Bekasi Kab., Kepemimpinan Kapolres Kombes Pol. Sumarni disorot.*

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:21 WIB

Pendidikan Indonesia perlu refleksi dan waras* *Pendidikan Nasional : Bukan Cuma Soal Sekolah, Tapi Soal Masa Depan Negara Kesatuan Republik Indonesia*

Berita Terbaru