Tinjau SD Inpres Kaniti Pascarenovasi, Wapres Tekankan Kualitas Pembelajaran dan Dukungan bagi Tenaga Pendidik

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau SD Inpres Kaniti di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (06/04/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Revitalisasi SD Inpres Kaniti telah dilaksanakan selama 90 hari kerja, terhitung sejak 1 Oktober hingga 29 Desember 2025. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan 11 ruang kelas lama, 3 ruang kelas baru, 1 ruang administrasi, 1 rumah dinas guru, serta 1 unit toilet.

Saat meninjau ruang-ruang kelas yang telah direnovasi, Wapres mengapresiasi peningkatan kualitas fasilitas belajar mengajar, sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar semakin semangat dalam menempuh pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan ada tembok-tembok yang dicorat-coret,” tegas Wapres dalam dialognya bersama para guru dan murid.

Selain sarana fisik, Wapres juga menaruh perhatian pada ketersediaan dan kesejahteraan tenaga pendidik. Ia menyadari masih adanya berbagai tantangan yang dihadapi, khususnya terkait status dan keberlanjutan tenaga guru.

“[Untuk] Guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tapi ini terus kita coba carikan solusinya, terutama untuk P3K dan honorer,” sambungnya.

Baca Juga:  Kapolres Nganjuk Dorong Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini di Kalangan Pelajar

Lebih lanjut, Wapres menegaskan bahwa pemerintah tengah mengupayakan solusi konkret melalui koordinasi lintas kementerian bersama pemerintah daerah, agar tidak ada tenaga pendidik yang terdampak secara negatif.

“Makanya kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur. Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan,” ujar Wapres.

“Karena yang namanya guru, baik itu P3K, semuanya berjuang untuk mencerdaskan adik-adik di sini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, dalam dialog tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap perbaikan fasilitas sekolah yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak. Selain itu, ia juga mengungkapkan harapannya terkait keberlangsungan tenaga pendidik di sekolah tersebut.

“Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa P3K jangan dirumahkan. Karena di sini ada 10 orang, kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali,” keluh Yuliana.

Sebagai informasi, SD Inpres Kaniti saat ini memiliki 420 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, dengan dukungan 25 guru dan 2 tenaga kependidikan. Sebelumnya, Wapres telah mengunjungi sekolah ini pada Mei 2025 dan menyerahkan sejumlah bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah.

Kupang, 6 April 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden

( Sukindar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Tekankan Integritas Personel dan Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Polresta Malang Kota Gagalkan Rencana Kerusuhan Pasca – Aksi Damai, 12 Tersangka dan 4 Bom Molotov Diamankan
Perkuat Sinergi Polisi Bersama Masyarakat, Polres Pasuruan Gandeng Ratusan Ojol Su
Presiden Prabowo: Olahraga adalah Kehormatan Bangsa, Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Presiden Prabowo Beri Bonus kepada Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026
Terima Father of Asian EV Asal Magelang, Wapres Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa
Terjadi Lagi! Advokat FERADI WPI Dedy Ferdiyanto, S.H. diduga Jadi Korban Kriminalisasi Oknum Aparat, Ketum FERADI WPI siapkan tim advokasi bagi Anggotanya*
Perdata diduga dipaksakan menjadi Pidana. Tim Advokasi FERADI WPI akan memproses hukum pihak yang diduga terlibat. Ditreskrimum Polda Metro Jaya Disorot*
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:14 WIB

Kapolri Tekankan Integritas Personel dan Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:12 WIB

Polresta Malang Kota Gagalkan Rencana Kerusuhan Pasca – Aksi Damai, 12 Tersangka dan 4 Bom Molotov Diamankan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:10 WIB

Perkuat Sinergi Polisi Bersama Masyarakat, Polres Pasuruan Gandeng Ratusan Ojol Su

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga adalah Kehormatan Bangsa, Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Presiden Prabowo Beri Bonus kepada Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026

Berita Terbaru