Cybertv.id
Kayong Utara— Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan Operasi SAR hari ketiga untuk mencari anak buah kapal (ABK) TB Rimba Megah XV yang masih hilang setelah kapal tersebut tenggelam di Perairan Pulau Meledang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan informasi kecelakaan kapal tersebut diterima Unit Siaga SAR Kayong Utara pada 21 Agustus 2026 dari seorang nelayan bernama Polos.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada tanggal 21 Agustus 2026, Kantor SAR Pontianak melalui Unit Siaga SAR Kayong Utara menerima informasi dari seorang nelayan bahwa telah terjadi kecelakaan kapal TB Rimba Megah XV yang tenggelam di Perairan Pulau Meledang,” kata I Made Junetra.
Berdasarkan informasi yang diterima, TB Rimba Megah XV berlayar dari Perairan Pontianak menuju Pulau Kendawangan pada 15 Agustus 2026. Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak pada 17 Agustus 2026.
Pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 02.30 WIB, TB Rimba Megah XV yang sedang menarik Tongkang Prima Samudra II dalam kondisi kosong tenggelam setelah dihantam tongkang akibat kondisi angin dan gelombang di Perairan Pulau Meledang.
“Sekitar pukul 04.00 WIB, satu orang ABK atas nama Rian Hairullah berhasil ditemukan oleh nelayan setempat dan langsung dievakuasi ke Pulau Meledang. Kemudian tongkang ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB,” ujarnya.
Upaya pencarian terhadap ABK lainnya kemudian dilakukan oleh masyarakat sekitar. Pada 21 Agustus 2026, Kantor SAR Pontianak memberangkatkan satu tim Rescue Unit Siaga SAR Kayong Utara menggunakan RIB menuju lokasi kejadian.
“Tim Rescue Unit Siaga SAR Kayong Utara tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 08.46 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan serta unsur SAR terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan,” jelas I Made Junetra.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.50 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan tiga orang korban dalam kondisi selamat pada koordinat 1°41’55.98″S – 109°48’54.08″T.
Ketiga korban kemudian dievakuasi menuju pelabuhan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR kemudian dilanjutkan untuk mencari tiga ABK lainnya. Namun hingga pukul 17.30 WIB, pencarian belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan dengan pemantauan serta koordinasi.
Pada 22 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan Operasi SAR hari kedua dengan luas area pencarian mencapai 200 NM² menggunakan metode penyisiran paralel dengan jarak antarjalur satu nautical mile.
Memasuki Operasi SAR hari ketiga pada 23 Agustus 2026, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran permukaan dengan luas area pencarian sekitar 200 NM².
“Untuk hari ketiga, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran permukaan dengan luas search area 200 NM². Pencarian dilakukan secara optimal untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan,” kata I Made Junetra.
Dalam perkembangan terbaru, satu korban atas nama **M. Kasim (62), kelasi**, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, dua ABK lainnya masih dalam pencarian, yakni **Rikal Tiku Padang (32), Masinis II**, dan **Abd. Rahman (19), Juru Minyak**.
Adapun empat ABK yang telah ditemukan dalam kondisi selamat yaitu **Rian Hairullah (22)**, **Aldi (29) selaku Mualim I**, **Irwansyah (58) selaku KKM**, dan **Makmur (44) selaku Nahkoda**.
“Kami bersama seluruh unsur SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran permukaan serta koordinasi dengan unsur terkait di wilayah Perairan Pulau Meledang untuk menemukan dua ABK yang masih dalam pencarian.
Editor : Yohanes














