Tiga Alat Berat Diduga Kembali Beroperasi di Lokasi PETI Semoncol, Warga Pertanyakan Penindakan APH

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Aktivitas yang diduga sebagai pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Semoncol, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, kembali menjadi sorotan. Informasi yang beredar di masyarakat menyebut sedikitnya tiga unit alat berat beroperasi di lokasi tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan warga mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas yang diduga berlangsung secara terbuka.

Bukan pabrik resmi, bukan pula proyek pembangunan. Ini simfoni klasik para jawara bawah tanah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Tiga unit alat berat bak monster baja menggerus kulit bumi Kalimantan Barat. Urusan izin? Ah, itu cerita membosankan bagi para saudagar lubang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sudah mafhum. Mereka hafal betul jadwal operasi ini, seperti hafal jadwal pasar pagi.

Saat senja merunduk, suara ekskavator justru meninggi, mengalunkan lagu pilu tentang perut bukit yang dikoyak.

Keruhnya Sungai Landak kini bukan sekadar metafora, melainkan laporan visual harian yang masuk ke grup WhatsApp desa.

Ironisnya, penjaga moral desa lebih sibuk menghitung lembaran rupiah ketimbang menghitung pohon tumbang.

Setor, Senyap, Senang

Kabar mengiang dari kampung, ada cuan khusus mengalir deras tiap bulan. Uang diam itu konon menjadi pelumas paling ampuh untuk membungkam sirine patroli.

Baca Juga:  Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Probolinggo Gelar Kejuaraan Menembak Senapan Angin 2025

Praktik ini begitu rapi, bak simbiosis mutualisme kelas kakap. Para penambang liar mendapat keleluasaan, sementara oknum Aparat Penegak Hukum (APH) mendapat gaji ketiga belas sepanjang tahun.

Tak heran, walau alat berat berseliweran bak robot transformer, tak satu pun seragam cokelat atau hijau lumut tampak berkeringat.

“Kami tidak butuh pahlawan bersenjata laras panjang, kami butuh mereka yang tuli terhadap dering notifikasi rekening,” celetuk seorang petani karet, muka masam, sembari menatap kebunnya yang mulai longsor.

Ia enggan namanya disebuat, takut tiba-tiba dilaporkan balik dengan pasal pencemaran nama baik negara.

Duit Haram, Alam Kiamat

Fenomena ini adalah potret buram simbiosis maut antara keserakahan dan pembiaran.

Gunung emas memang menggiurkan, tapi sungai yang tercemar merkuri tak bisa lagi melahirkan ikan.

Jika aparat hanya berdiri sebagai patung pajangan penerima upeti, maka bencana ekologis ini adalah kuburan massal masa depan.

Hingga berita ini diketik, tak ada sirine, tak ada penggerebekan. Hanya suara gemuruh alat berat yang terdengar seperti tawa setan, mengejek lantang aturan yang cuma tajam ke bawah, tapi tumpul dan berlapis emas di atas.

Pemerintah dan APH daerah hingga pusat, ada di peta atau sekadar legenda di buku pelajaran?

Tim

Editor : Anita

Sumber Berita: Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jatim Gelar Suling di Gayungsari Ajak Warga Berantas Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Kurang dari 24 Jam, Polres Jember Tangkap Dua Terduga Perampok Toko Emas
Polres Kediri Tanam Puluhan Bibit Pohon Dukung Kelestarian Alam Wujudkan Program Green Policing Kapolri
Jaga Kelestarian Lingkungan, Babinsa Ngadirejo Bersama Warga Gotong Royong Tanam Pohon Saman Dan Trembesi
Subuh Keliling, Kapolres Kediri Perkuat Peran Warga Jaga Kamtibmas
Tak Hanya Padamkan Api, Polri Selamatkan Anak Beruang Madu Terdampak Karhutla
BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM
Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Kapolda Jatim Gelar Suling di Gayungsari Ajak Warga Berantas Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polres Jember Tangkap Dua Terduga Perampok Toko Emas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Polres Kediri Tanam Puluhan Bibit Pohon Dukung Kelestarian Alam Wujudkan Program Green Policing Kapolri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Jaga Kelestarian Lingkungan, Babinsa Ngadirejo Bersama Warga Gotong Royong Tanam Pohon Saman Dan Trembesi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:43 WIB

Subuh Keliling, Kapolres Kediri Perkuat Peran Warga Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru