Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Momentum Hari Jadi Kota Sanggau ke-410 Tahun 2026 diperingati dengan pelaksanaan Ritual Adat Pedagi Macant Nyawi dan Nek Lanai yang digelar pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Rumah Betang Dori’ Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur dan pelestarian adat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Sanggau Yakobus, S.H., M.H., Kasdim 1204/Sanggau Mayor Arm Duloh, Camat Kapuas Darmikus Heri, S.Sos., Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, Sekjen DAD Kabupaten Sanggau Urbanus, S.Sos., para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau, Temenggung Kodan beserta perangkat adat, serta jajaran perangkat Desa Sungai Mawang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi pemerintah, tokoh adat, dan aparat keamanan dalam menjaga tradisi budaya lokal.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Sanggau Yakobus, S.H., M.H. menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Sanggau yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga kegiatan adat ini dapat terlaksana dengan baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yakobus menegaskan bahwa ritual Pedagi Macant Nyawi dan Nek Lanai bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan asal-usul Kota Sanggau. Ia menilai bahwa kegiatan ini memiliki nilai sakral yang penting dalam menjaga identitas serta jati diri masyarakat Dayak.
Menurutnya, ritual adat ini merupakan upaya menjaga kesinambungan nilai budaya serta menjadi pengingat agar generasi muda tidak melupakan akar sejarah daerahnya. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang Kota Sanggau dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan kearifan lokal.
Sementara itu, Kapolsek Kapuas Iptu Marianus menyampaikan bahwa pihak kepolisian hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan adat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Kami hadir memberikan pengamanan secara maksimal agar kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya lokal,” ujarnya.
Iptu Marianus menambahkan bahwa pengamanan kegiatan budaya menjadi bagian dari tugas Polri dalam mendukung terciptanya rasa aman di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi masyarakat dan seluruh peserta yang menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Ritual Pedagi Macant Nyawi dan Nek Lanai sendiri memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Dayak. Prosesi ini dipercaya sebagai bentuk penghormatan kepada roh leluhur serta permohonan keselamatan, keberkahan, dan perlindungan bagi masyarakat dan daerah.
Selain sebagai ritual sakral, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarmasyarakat serta memperkuat identitas budaya lokal. Melalui ritual ini, masyarakat diingatkan untuk terus menjunjung tinggi adat istiadat sebagai warisan berharga yang harus dijaga dan dilestarikan.
Pelaksanaan ritual adat dalam rangka Hari Jadi Kota Sanggau ke-410 ini diharapkan mampu memperkuat persatuan, memperkokoh nilai budaya, serta menjadi simbol harmoni antara tradisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Sanggau yang lebih maju dan bermartabat.
_(Anita)_
Editor : Anita
Sumber Berita: Dny Ard / Humas Res Sgu














