PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO WAJIB BACA! Sungai Sekadau Merintih: PETI Ganas, Oknum Aparat Bermain Mata

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybrtv.id.- Seorang lelaki duduk termenung di tepian Sungai Sekadau. Matanya berkaca-kaca, menatap air yang tak lagi jernih. Butir-butir air mata jatuh, menyatu dengan keruh sungai yang menjadi saksi bisu kepedihan warga.

Ini bukan sekadar lukisan kesedihan personal, melainkan potret buram krisis lingkungan yang melanda Kalimantan Barat.

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian marak di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, mengubah sungai kehidupan menjadi lumpur penderitaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi Data Kerusakan

Berdasarkan laporan masyarakat dan pemantauan lapangan, kondisi Sungai Sekadau menunjukkan degradasi yang mengkhawatirkan.

Warna air berubah menjadi cokelat pekat, dengan tingkat kekeruhan jauh di atas ambang batas normal.

Hasil uji sederhana parameter pH air oleh warga menunjukkan angka di luar standar layak pakai, baik untuk mandi, mencuci, maupun kebutuhan domestik lainnya.

Baca juga : Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Polsek Bonti Intensifkan Patroli di Kawasan Pemukiman dan Pusat Perbelanjaan

Dampaknya langsung terasa: ikan-ikan di keramba warga mati mendadak, diduga kuat akibat paparan bahan kimia beracun seperti merkuri dan sianida yang digunakan dalam proses PETI.

Desa Tembaga, Landau Apin, Batu Pahat, dan Lembah Beringin menjadi episentrum kerusakan, dengan sedikitnya 500 unit mesin tambang (set) masih beroperasi aktif.

Aparat Terus Bermain

Ironi pahit terungkap ketika penegakan hukum justru dinilai lamban dan tebang pilih.

Masyarakat setempat menuding adanya oknum Kapolsek Nanga Mahap yang diduga “main mata” dengan pelaku PETI.

Praktik ini membuat operasi penertiban seperti wayang kulit—tampak bergerak di permukaan, namun tak menyentuh akar masalah.

Sudirman, seorang praktisi hukum Kalimantan Barat, secara tegas menyatakan,
“PETI selalu berlindung di balik APH. Meski ada tindakan, aktivitas ini tak pernah berhenti karena oknum aparat turut bermain,” tegasnya.

Baca Juga:  Libur Lebaran Polres Magetan Maksimalkan Pengamanan Wisata Telaga Sarangan

Statement ini memperkuat dugaan kolusi yang memperpanjang napas kehancuran lingkungan.

Dampak Ekologis Meringis

Kerusakan ekosistem Sungai Sekadau bukan sekadar persoalan air keruh. Hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya siklus hidrologi, dan ancaman kesehatan publik menjadi bayang-bayang panjang yang harus ditanggung masyarakat.

Bahan kimia dari PETI tidak hanya mencemari air, tetapi juga meresap ke tanah dan mengontaminasi rantai makanan.

Jika dibiarkan, dampaknya akan bersifat permanen dan memerlukan pemulihan puluhan tahun.

“Kami seperti diabaikan,” keluh seorang warga Desa Batu Pahat. “Dulu, sungai ini adalah sumber kehidupan. Kini, ia jadi sumber bencana.”

Jeritan serupa bergema dari berbagai desa. Warga yang menggantungkan hidup pada sungai kini terancam kehilangan mata pencaharian.

Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Sekadau dan pemerintah provinsi untuk turun tangan, menertibkan PETI, dan memulihkan lingkungan. Penyelamatan Sungai Sekadau memerlukan pendekatan multidimensi.

Pertama, penegakan hukum yang berintegritas dan transparan, termasuk pemeriksaan internal terhadap oknum aparat yang terlibat.

Kedua, pemulihan lingkungan dengan metode bioremediasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ekosistem.

Ketiga, penguatan regulasi dan pengawasan berbasis teknologi, seperti drone dan satelit, untuk memantau titik rawan PETI.

Baca juga :  Wakapolri Tekankan Perubahan Fundamental Polri Lewat Transformasi SDM dan Mapping Permasalahan

Jika tidak ada intervensi serius, Sungai Sekadau bukan hanya akan kehilangan kejernihannya, tetapi juga nyawa.

Krisis ini adalah ujian bagi komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan alam untuk generasi mendatang. Saatnya bertindak, sebelum sungai hanya tinggal cerita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*BAS / Berita Acara Sumpah Advokat Donny Andretti Ketum FERADI WPI. Awas Advokat Abal – Abal*
*The Dragon of FERADI WPI : Waketum Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.H., S.E., BKP.*
*SUKINDAR WAKETUM DPP FERADI BERSAMA TIM HUKUM FERADI WPI DAN SUBUR JAYA LAWFIRM KAWAL IBU DARMINI PERSIAPAN GUGATAN DI PN KENDAL – DUGAAN LELANG CACAT HUKUM BRI KC KENDAL *
Rombongan diduga LSM Hadang dan Melakukan Pungli Truk Bermuatan BBM Resmi
Satresnarkoba Polresta Gowa Bongkar Jaringan Narkotika, Sita 105 Gram Sabu & Amankan Dua Tersangka
Wujud Dukungan Kesehatan, Babinsa Dan Bidan Desa Dampingi Posyandu ILP Di Ngaringan Blitar
Polsek Kandat Kawal Sholawat dan Pengajian Tasyakuran di Rumah Warga Ngreco, 300 Jamaah Hadir Bersama Gus Bahru Zamzami
Polsek Kandat Amankan Pengajian Umum Peringatan Maulid Nabi di Musholla Al-Mustaqim, 400 Jamaah Hadir Khidmat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:21 WIB

*BAS / Berita Acara Sumpah Advokat Donny Andretti Ketum FERADI WPI. Awas Advokat Abal – Abal*

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:06 WIB

*The Dragon of FERADI WPI : Waketum Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.H., S.E., BKP.*

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:04 WIB

*SUKINDAR WAKETUM DPP FERADI BERSAMA TIM HUKUM FERADI WPI DAN SUBUR JAYA LAWFIRM KAWAL IBU DARMINI PERSIAPAN GUGATAN DI PN KENDAL – DUGAAN LELANG CACAT HUKUM BRI KC KENDAL *

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Rombongan diduga LSM Hadang dan Melakukan Pungli Truk Bermuatan BBM Resmi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Satresnarkoba Polresta Gowa Bongkar Jaringan Narkotika, Sita 105 Gram Sabu & Amankan Dua Tersangka

Berita Terbaru