Presiden Prabowo Setujui Kelanjutan Proyek Hilirisasi Baterai, Konsorsium Huayou Gantikan LG

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Jakarta, 22 Mei 2025 — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas kelanjutan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik. Agenda utama rapat adalah transisi investasi dari konsorsium LG ke Huayou serta perkembangan proyek serupa dengan perusahaan asal Tiongkok, CATL.

Baca juga : GEMPA MENGGUNCANG WILAYAH BENGKULU

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden telah memberikan persetujuan terhadap proyek hilirisasi baterai senilai USD 9,8 miliar yang kini dikelola oleh konsorsium Huayou.
“Alhamdulillah, sudah diputuskan dan disetujui oleh Bapak Presiden. Kini proyek dilanjutkan oleh konsorsium Huayou. Tidak ada kendala lagi dan siap untuk dilakukan groundbreaking,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada media di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahlil menegaskan bahwa BUMN Indonesia tetap menjadi pemegang saham mayoritas di sektor hulu. Ia juga meluruskan kabar mengenai keluarnya LG dari proyek tersebut.
“Itu tidak benar. Sebagai Ketua Satgas waktu itu, saya memutuskan membatalkan kerja sama dengan LG karena prosesnya terlalu lama. Bersama Pak Rosan dan Pak Erick, kami sepakat menunjuk Huayou sebagai pengganti,” jelasnya.

Baca Juga:  Rayakan Natal Bersama Warga Terdampak Bencana, Polri Hadir di Dua Gereja HKBP Tapanuli Utara

Rapat juga membahas kemajuan proyek hilirisasi baterai yang melibatkan perusahaan CATL. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya peran Danantara dalam mendukung pendanaan proyek.
“Dulu ada kendala pendanaan. Kini, dengan adanya Danantara, kita bisa mendukung penuh proyek ini karena memberikan imbal hasil yang baik, membuka lapangan kerja, dan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” jelas Rosan.

Baca juga : Polres Pacitan Amankan Preman Mengaku Karang Taruna, Palak Sejumlah Toko Modus Iuran Kebersihan

Melalui keterlibatan dua konsorsium besar—Huayou dan CATL—pemerintah optimistis Indonesia dapat menguasai rantai nilai industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir.
“Dengan begitu, seluruh ekosistem dari pertambangan hingga produksi baterai akan berada dalam satu green package. Baik proyek bersama Huayou maupun CATL akan membentuk ekosistem terintegrasi,” tutup Rosan.

Turut hadir dalam rapat ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, serta COO Danantara Dony Oskaria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026
Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma
Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.
Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:28 WIB

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Minggu, 27 September 2026 - 14:42 WIB

Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Berita Terbaru