Presiden Prabowo dan PM Thailand Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis Bilateral

- Penulis

Senin, 19 Mei 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Bangkok, 19 Mei 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima sambutan resmi penuh kehormatan dari Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, di Government House, Bangkok, pada Senin, 19 Mei 2025.

Baca juga : Presiden Prabowo Disambut Meriah di Thailand, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin negara menegaskan komitmen kuat untuk mempererat hubungan strategis Indonesia–Thailand di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, perdagangan, hingga isu-isu regional dan global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia dan Thailand memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin lama dan mendalam. Kita sudah menjalin hubungan diplomatik selama 75 tahun,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama seusai pertemuan.

Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan

Di bidang pertahanan dan keamanan, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan lintas negara, termasuk kejahatan siber, perdagangan manusia, dan peredaran narkotika. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Thailand dalam membantu repatriasi warga negara Indonesia korban kejahatan lintas batas.

Baca juga : Kapolres Pasuruan dan GP Ansor Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

“Saya ucapkan terima kasih atas langkah-langkah tegas Thailand dalam menangani hal-hal ini dan membantu Indonesia dalam memulangkan warga negaranya,” ujar Presiden.

Kerja sama tersebut akan diperkuat melalui peningkatan dialog antar lembaga, latihan militer bersama, kolaborasi industri pertahanan, serta pemanfaatan forum seperti High Level Committee dan Annual Security Dialogue.

Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Presiden Prabowo dan PM Paetongtarn juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan dagang. Nilai perdagangan bilateral antara kedua negara telah mencapai 18 miliar dolar AS. Keduanya sepakat mendorong kerja sama lebih lanjut dalam sektor industri halal, ekonomi digital, dan teknologi penerbangan.

Baca Juga:  Mafia Obat Keras Kuasai Bandung: Konsorsium ‘Burung Hantu’ Diduga Setor Puluhan Juta ke Tiap Titik Penjualan

Baca juga : Amanat Kasad Tegaskan Komitmen TNI AD Wujudkan Ketahanan Nasional Di Bacakan Saat Upacara 17an Di Kodim Blitar

“Kami berkomitmen untuk segera menyelenggarakan First Joint Trade Commission serta mempererat hubungan antara lembaga investasi Thailand dan Indonesia, termasuk Danantara,” jelas Presiden.

Ketahanan Pangan, Energi, dan Isu Regional

Kerja sama di bidang ketahanan pangan dan energi juga menjadi prioritas. Presiden Prabowo membuka peluang bagi sektor swasta Thailand untuk berpartisipasi dalam proyek energi Indonesia, serta menghidupkan kembali Indonesia–Thailand Energy Forum pada tahun ini.

Dalam konteks regional dan global, kedua negara menyuarakan keprihatinan yang sama atas konflik yang terjadi, khususnya di Palestina dan Myanmar. Keduanya sepakat mendorong gencatan senjata segera di Palestina dan mendukung penyelesaian melalui solusi dua negara (two-state solution).

“Kami juga mendorong akses bantuan kemanusiaan dan menyatakan kembali dukungan atas proses perdamaian yang adil dan menyeluruh,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi atas upaya Thailand dalam mencari solusi damai di Myanmar, serta menyatakan dukungan Indonesia terhadap aspirasi Thailand untuk menjadi anggota BRICS.

Undangan Resmi dan Penutup

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah Thailand, sekaligus menyampaikan undangan resmi kepada PM Paetongtarn dan Raja Thailand untuk berkunjung ke Indonesia.

“Kami menantikan kunjungan Yang Mulia ke Jakarta dalam waktu dekat. Saya juga telah mengundang Paduka Raja Thailand untuk berkunjung ke Indonesia,” tutup Presiden.

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma
Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.
Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Kajati Kalbar Pimpin Apel Kerja Perdana 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Jaksa
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Minggu, 27 September 2026 - 14:42 WIB

Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:46 WIB

Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.

Berita Terbaru