Polsek Mukok Verifikasi Dua Titik Hotspot, Api di Lahan Sudah Padam

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Jajaran Polsek Mukok, Polres Sanggau, melakukan verifikasi dan pengecekan dua titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi BRIN Hotspot RI di wilayah Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (19/9/2024) sore. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sesuai dengan data satelit yang masuk.

Dua titik yang terpantau berada di Desa Semuntai dan Desa Engkode. Berdasarkan hasil pengecekan, api pada kedua lokasi sudah dalam keadaan padam. Lahan yang terbakar diketahui merupakan area perkebunan masyarakat yang dipergunakan untuk keperluan berladang padi dengan luas sekitar 1 hektare.

Kapolsek Mukok, AKP Sutono, menjelaskan bahwa pengecekan lapangan dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas adanya pantauan hotspot yang masuk melalui aplikasi resmi. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan validitas data serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih luas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga : UKW Kalimantan Barat Selesai, Ini Tantangan Jurnalisme dan Komitmen PWI 

“Polsek Mukok segera menindaklanjuti setiap laporan titik panas dari aplikasi BRIN Hotspot. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kondisi di lapangan serta melakukan pendataan agar tidak menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” ujar AKP Sutono, Sabtu (20/9) pagi.

Dalam pengecekan tersebut, Polsek Mukok menurunkan personel gabungan, di antaranya Kanit Provos, Kanit Sabhara, Bhabinkamtibmas Desa Semuntai, Bhabinkamtibmas Desa Engkode, serta KA SPK I Polsek Mukok. Mereka melakukan pendataan, berkoordinasi dengan perangkat desa, hingga mengumpulkan keterangan warga setempat.

Baca Juga:  Sinergi Aparat dan Masyarakat, Perayaan Cap Go Meh 2026 Sanggau Berjalan Lancar

AKP Sutono menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap wilayah rawan kebakaran, terutama di musim kemarau. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena dapat menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan.

“Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat harus bersinergi dalam mencegah karhutla. Edukasi kepada warga terus kami lakukan agar pembukaan lahan tidak lagi dilakukan dengan cara yang berisiko,” tegasnya.

Dari hasil verifikasi, lahan yang terbakar digunakan masyarakat untuk keperluan berladang padi secara gotong royong. Meskipun api sudah padam, aparat tetap memberikan imbauan kepada warga untuk tidak mengulangi cara tersebut dan mencari metode yang lebih ramah lingkungan.

Situasi di sekitar lokasi pengecekan terpantau aman dan kondusif. Polsek Mukok memastikan setiap informasi titik hotspot akan terus dipantau secara berkala melalui aplikasi resmi agar langkah pencegahan bisa segera dilakukan.

Baca juga : FPU 7 MINUSCA Siap Berangkat Ke Africa Tengah, Kadivhubinter Polri : Misi Perdamaian, Polri Terlatih

Upaya cepat tanggap ini diharapkan dapat meminimalisasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas di wilayah Kabupaten Sanggau. Kolaborasi antara aparat keamanan, perangkat desa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumat Keliling di Masjid At Taqwa , Polda Kalbar Ajak Masyarakat Cegah Hoaks dan Jaga Persatuan
Konferensi Pers Penegakkan Hukum Karhutla, Polda Kalbar tangani 68 Kasus Perorangan dan 33 Kasus Korporasi.
Polisi Bersama Masyarakat, Polda Kalbar Hadirkan Dialog Kamtibmas Penuh Kebersamaan di Taman Akcaya.
Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai
Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.
Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.
Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.
Subuh Keliling Polda Kalbar, Ajak Masyarakat Cegah Perundungan dan Jaga Kerukunan.
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Jumat Keliling di Masjid At Taqwa , Polda Kalbar Ajak Masyarakat Cegah Hoaks dan Jaga Persatuan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Konferensi Pers Penegakkan Hukum Karhutla, Polda Kalbar tangani 68 Kasus Perorangan dan 33 Kasus Korporasi.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Polda Kalbar Hadirkan Dialog Kamtibmas Penuh Kebersamaan di Taman Akcaya.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.

Berita Terbaru