Polsek Beduai Pastikan 16 Titik Hotspot Karhutla di Desa-Desa Terpantau Padam

- Penulis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Polsek Beduai bersama tim gabungan melakukan verifikasi dan pengecekan langsung terhadap titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi BONGKAR, BRIN FIRE HOTSPOT, SIPONGI, LK, dan GAC (Geospatial Analytics & Monitoring) pada Jumat (8/8/2025) sore.

Kegiatan ini difokuskan di wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, guna memastikan kondisi lapangan pasca terdeteksinya aktivitas pembakaran lahan.

Pantauan melalui sistem deteksi dini menunjukkan adanya 16 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium di sejumlah desa, antara lain Desa Mawang Muda, Sungai Ilai, dan Bereng Berkawat. Seluruh titik tersebut telah dilakukan pengecekan langsung oleh personel gabungan untuk memastikan statusnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga : Kapolri Tinjau GPM di Kalbar, 310,25 ton beras SPHP telah Polri distribusikan

Hasil verifikasi di lapangan mengungkap bahwa seluruh titik panas berasal dari aktivitas pembakaran lahan milik pribadi yang umumnya digunakan untuk membuka atau membersihkan lahan pertanian. Luas lahan yang terbakar bervariasi, mulai dari 0,3 hektare hingga hampir 1 hektare.

Meski sempat memicu deteksi dari satelit, seluruh titik api yang ditemukan sudah dalam kondisi padam ketika tim tiba di lokasi. Kondisi area terbakar pun terpantau aman tanpa ada api aktif maupun asap pekat yang berpotensi meluas.

Kapolsek Beduai Iptu Hudson Siahaan, SH, menjelaskan bahwa pengecekan di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan keakuratan data hotspot yang terpantau satelit.

“Kami tidak hanya mengandalkan data dari sistem pemantauan, tetapi juga memastikan langsung ke lokasi untuk memverifikasi kondisi riil di lapangan,” tegasnya pada Sabtu (9/8) pagi.

Baca Juga:  Kapolda Kalbar dan Kapolres Ketapang Raih Penghargaan Terbaik Pertama Atas Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi Oleh Kepolisian RI Pada Puncak Peringatan Hakordia Tahun 2024 Di Gedung KPK RI

Menurutnya, keberhasilan pemadaman di 16 titik tersebut tidak terlepas dari respon cepat petugas dan kesadaran masyarakat yang mulai memahami bahaya karhutla. Namun, ia mengingatkan bahwa pembakaran lahan tetap melanggar aturan dan memiliki risiko besar terhadap lingkungan serta kesehatan.

Baca juga : Dua Pengedar Narkoba Diciduk di Sanggau, Enam Paket Sabu Diamankan Polisi

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari metode pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum, dampaknya sangat merugikan ekosistem, udara, dan kesehatan warga,” ujar Hudson Siahaan.

Kegiatan verifikasi ini melibatkan personel Polsek Beduai, Bhabinkamtibmas, dan unsur TNI, yang bersama-sama melakukan ground check menggunakan peralatan lapangan dan pendampingan masyarakat sekitar. Proses pengecekan berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga 19.20 WIB dengan situasi aman terkendali.

Selain pengecekan langsung, tim juga memberikan sosialisasi singkat kepada warga sekitar mengenai bahaya karhutla, termasuk ancaman sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan. Pendekatan ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama di puncak musim kemarau.

Kapolsek Beduai menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala, mengoptimalkan teknologi deteksi dini, dan memperkuat patroli darat di wilayah rawan.

“Upaya pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan bersama-sama. Kami butuh dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Ditbinmas Polda Kalbar Ajak Komunitas Ojek Pikap Maxvary Jaga Kamtibmas.
Polisi Tindak PETI di Desa Tebedak, Aktivitas Sudah Berhenti
Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape
1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap
Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan
Karhutla, Bibit Sawit dan Video Viral: Warga Sekunder C Rasau Jaya Tiga Minta Fakta Diluruskan
FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas.
Dari Desa Entikong, Gerakan Bersama Cegah Karhutla Terus Digelorakan.
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Ditbinmas Polda Kalbar Ajak Komunitas Ojek Pikap Maxvary Jaga Kamtibmas.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Polisi Tindak PETI di Desa Tebedak, Aktivitas Sudah Berhenti

Selasa, 29 September 2026 - 05:48 WIB

Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape

Jumat, 11 September 2026 - 04:06 WIB

1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap

Senin, 7 September 2026 - 02:25 WIB

Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

Berita Terbaru