Penangkapan Pembeli Emas Kecil Dianggap Berlebihan, PETI Skala Besar Diduga Masih Bebas Beroperasi : Kasus Sidiq Tuai Kritik

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id -Landak,Kalbar –
“Pembeli Emas Skala Kecil Ditahan, Aktivitas PETI Besar Disebut Tetap Berjalan: Kasus Sidiq Jadi Sorotan – “Semut di Seberang Lautan Tampak, Gajah di Pelupuk Mata Tak Terlihat.”
Pepatah ini terasa tepat menggambarkan penangkapan Sidiq Firmansyah, seorang pembeli emas skala kecil yang selama ini hanya mengumpulkan barang dari para pengerekek di wilayah Mandor.

Sidiq, warga Liansipi, Kecamatan Mandor, baru beberapa bulan terakhir merintis usaha sebagai pembeli emas hasil aktivitas masyarakat. Jumlah emas yang ia tampung pun sangat kecil, jauh berbeda dari para pemodal besar yang bisa menghasilkan emas hingga ons per hari.

Namun nasib berkata lain. Selasa (13/01) sekitar pukul 18.00 WIB, Sidiq ditangkap Satuan Tipiter Polres Landak di Dusun Pampadang. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa lebih dari 8 gram emas, uang tunai Rp9 juta, timbangan, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai diamankan, Sidiq langsung dibawa menggunakan mobil polisi menuju Mapolres Landak. Kabar penangkapan itu cepat menyebar dan sampai ke telinga keluarga di Liansipi.

Keluarga Syok dan Berduka

Saat tim media berkunjung ke kediaman Sidiq, suasana haru menyelimuti rumah sederhana tersebut. Sang istri, Ersa, dengan mata berkaca-kaca menceritakan awal mula peristiwa hingga kabar penangkapan suaminya.

“Dua hari lalu saya sudah ingatkan Sidiq supaya tidak membeli emas dulu karena ada kabar kurang bagus. Tapi dia bilang, kalau tidak bekerja, kami mau beli beras dan kebutuhan anak pakai apa,” tutur Ersa.

Baca Juga:  Kapolres Kediri Kota Turut Tabur Bunga dalam Upacara Hari Pahlawan 2025, wujud Penghormatan untuk Para Pejuang Bangsa

Ia mengatakan sempat mendengar informasi bahwa razia PETI akan ditunda hingga minggu depan. Namun hingga malam tiba, Sidiq tak kunjung pulang. “Tiba-tiba saya ditelepon polisi, bilang suami saya ditangkap dan sudah ditahan di Landak,” ujarnya.

Dalam telepon itu, Ersa diminta datang untuk menjemput Sidiq. “Tapi saat sampai di kantor polisi, saya hanya bisa melihat dan berbicara sebentar. Suami saya tetap ditahan, padahal saya sudah menjelaskan apa adanya,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Ketua DPD POM Landak Soroti Penangkapan

Ketua DPD Persatuan Orang Melayu (POM) Kabupaten Landak, Ya’ Aiy Bonar, turut angkat suara. Ia menilai penangkapan ini terkesan berlebihan, mengingat Sidiq hanyalah pembeli emas kecil yang sedang merintis usaha dan merupakan tulang punggung keluarga.

“Penangkapan ini dilakukan tanpa koordinasi dengan pengurus RT setempat, sehingga terkesan dipaksakan dan seolah menjadikan Sidiq sebagai korban,” kritiknya.

Bonar juga menyoroti ironi di lapangan: saat Sidiq ditangkap, aktivitas penambangan ilegal (PETI) justru masih berlangsung tidak jauh dari lokasi.

“Kalau memang mau menegakkan hukum, jangan pilih-pilih. Para penambang PETI bekerja secara terbuka, bahkan ada yang pakai excavator. Polisi pasti tahu siapa saja pemodal dan penampung emas PETI di Mandor,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ya’ Aiy Bonar meminta Polres Landak mempertimbangkan kembali kasus ini dan segera membebaskan Sidiq.

“Mari kita jaga kondusivitas dan keberlangsungan usaha masyarakat di Kabupaten Landak,” pungkasnya. (Nov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patroli Gabungan Lintas Sektoral di Kediri Kota hingga Dini Hari, Situasi Aman dan Kondusif
Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71,Polres Mojokerto Berbagi Sembako Hingga SIM Gratis untuk Driver Ojol
Polres Tanjung Perak Amankan Tersangka Pengedar Sabu asal Madura, 65,51 Gram Narkoba Disita
Momentum Hari Kesadaran Nasional, Polres Kediri Kota Mantapkan Kesiapan Hadapi Tantangan Tugas
FASI Apresiasi Polri: Dari Cikeas, Indoor Skydiving Asia Makin Melesat
382 Peserta, 20 Negara, Cikeas Mendunia! Wakapolri Buka Kapolri Cup II
Tak Sekadar Kenalkan AI, Polres Kediri Kota Bekali Pelajar Cara Saring Informasi di Medsos
Bhabinkamtibmas Semampir Cek Tanaman Jagung, Dorong Petani Dukung Swasembada Pangan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:57 WIB

Patroli Gabungan Lintas Sektoral di Kediri Kota hingga Dini Hari, Situasi Aman dan Kondusif

Kamis, 17 September 2026 - 09:16 WIB

Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71,Polres Mojokerto Berbagi Sembako Hingga SIM Gratis untuk Driver Ojol

Kamis, 17 September 2026 - 09:14 WIB

Polres Tanjung Perak Amankan Tersangka Pengedar Sabu asal Madura, 65,51 Gram Narkoba Disita

Kamis, 17 September 2026 - 09:12 WIB

Momentum Hari Kesadaran Nasional, Polres Kediri Kota Mantapkan Kesiapan Hadapi Tantangan Tugas

Kamis, 17 September 2026 - 09:10 WIB

FASI Apresiasi Polri: Dari Cikeas, Indoor Skydiving Asia Makin Melesat

Berita Terbaru