Pemangku Kepentingan di Entikong Sepakat Tindak Tegas Penambangan Emas Ilegal

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Pemerintah Kecamatan Entikong bersama aparat penegak hukum dan unsur masyarakat menggelar rapat koordinasi terkait perkembangan permasalahan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (1/10/2025) pagi di Aula Balai Ngudung, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan ini dihadiri Camat Entikong Yulius Eka Suhendra, S.Sos, Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, S.H, perwakilan Kacabjari Entikong Revangga Prastiyo, S.H, serta perwakilan Danramil Entikong Serka Niman. Hadir pula sejumlah kepala desa dari wilayah Entikong, ketua BPD, dan tamu undangan.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Entikong menegaskan bahwa aktivitas PETI di wilayah perbatasan terus menjadi sorotan publik, terutama melalui pemberitaan di media sosial. Ia meminta para kepala desa untuk tidak jenuh memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak buruk dari penambangan emas tanpa izin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga : Marak Lagi! Tambang Emas Ilegal di Sekadau Diduga Dibiarkan, Dekat Markas Polres

Sementara itu, Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring menegaskan pihak kepolisian tidak akan segan mengambil langkah hukum.

“Apabila ada pelaku yang sudah diingatkan tetapi tetap membandel, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Danramil Entikong yang diwakili Serka Niman meminta para kepala desa untuk terus mengedepankan pendekatan persuasif. Menurutnya, edukasi langsung kepada warga diharapkan bisa meminimalisasi praktik penambangan ilegal sebelum berkembang lebih jauh.

Dari sisi penegakan hukum, Kacabjari Entikong yang diwakili Revangga Prastiyo menambahkan bahwa upaya imbauan harus diiringi dengan solusi konkret.

“Kita perlu memberi alternatif atau jalan keluar agar masyarakat tidak merasa terdesak dan tetap mencari celah untuk bekerja di tambang ilegal,” tegasnya.

Kepala Desa Semanget, Paulus Kipa, mengakui bahwa faktor ekonomi menjadi pendorong utama masyarakat terlibat PETI. Harga emas yang tinggi membuat aktivitas ini sangat menggoda. Namun, ia menekankan pentingnya kepala desa berperan aktif memberikan peringatan keras, bahkan mendukung langkah hukum bila imbauan tidak diindahkan.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Tekan Inflasi, Kapolres Sanggau Gelar Coffee Morning Bahas Gerakan Pangan Murah

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam itu menghasilkan kesepakatan bersama. Para pihak berkomitmen memperkuat sinergi dalam mengatasi PETI, baik melalui langkah pencegahan maupun penindakan. Pendekatan persuasif tetap diutamakan, namun tindakan hukum akan diambil bila aktivitas ilegal tetap berlangsung.

Menjelang siang, rapat resmi ditutup dengan suasana kondusif. Seluruh peserta menyatakan satu suara untuk menjaga wilayah Entikong tetap aman dan terbebas dari praktik PETI yang merusak lingkungan dan melanggar hukum.

Kesepakatan bersama ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penanganan PETI di perbatasan. Dengan sinergi aparat, pemerintah desa, dan masyarakat, praktik penambangan emas ilegal diyakini dapat ditekan secara signifikan.

Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, menambahkan bahwa penindakan terhadap PETI bukan hanya upaya menjaga keamanan, tetapi juga melindungi generasi mendatang dari kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki. Menurutnya, dampak PETI tidak hanya sebatas pada kerugian negara, melainkan juga ancaman serius terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar.

Baca juga : Polwan Polresta Sidoarjo Beri Pendampingan Keluarga Korban di Ponpes Al Khoziny

Ia menegaskan kembali bahwa kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah preventif. Namun, jika ada pelaku yang tetap nekat melakukan aktivitas PETI, aparat kepolisian tidak akan ragu bertindak tegas sesuai hukum.

“Kita ingin Entikong aman, lingkungan terjaga, dan masyarakat bisa hidup lebih baik tanpa bergantung pada aktivitas ilegal,” pungkas AKP Donny Sembiring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumat Keliling di Masjid At Taqwa , Polda Kalbar Ajak Masyarakat Cegah Hoaks dan Jaga Persatuan
Konferensi Pers Penegakkan Hukum Karhutla, Polda Kalbar tangani 68 Kasus Perorangan dan 33 Kasus Korporasi.
Polisi Bersama Masyarakat, Polda Kalbar Hadirkan Dialog Kamtibmas Penuh Kebersamaan di Taman Akcaya.
Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai
Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.
Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.
Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.
Subuh Keliling Polda Kalbar, Ajak Masyarakat Cegah Perundungan dan Jaga Kerukunan.
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Jumat Keliling di Masjid At Taqwa , Polda Kalbar Ajak Masyarakat Cegah Hoaks dan Jaga Persatuan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Konferensi Pers Penegakkan Hukum Karhutla, Polda Kalbar tangani 68 Kasus Perorangan dan 33 Kasus Korporasi.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Polda Kalbar Hadirkan Dialog Kamtibmas Penuh Kebersamaan di Taman Akcaya.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.

Berita Terbaru