Mencari Pemimpin dan Wakil Rakyat Menuju Indonesia Makmur

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Pontianak – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rumah Amanat Prabowo Subianto (RAMPAS), Jungkarnain Sagala, S.H., menekankan pentingnya literasi politik bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam memahami kriteria pemimpin dan wakil rakyat yang amanah.

Baca juga : Gerakan Pangan Murah Hadir di Desa Semuntai, Ratusan Karung Beras Ludes Terjual

Menurut Jungkarnain, sebagian besar masyarakat masih memilih wakil rakyat maupun kepala daerah berdasarkan hal-hal yang bersifat dangkal, seperti popularitas, viralitas, atau pemberian materi. Padahal, kata dia, pemimpin yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia menuju kemakmuran adalah mereka yang benar-benar amanah, memiliki pemahaman dalam memajukan negara, serta memiliki tekad luhur untuk mengabdi kepada rakyat.

“Pemimpin yang ideal harus mengimplementasikan tekadnya dalam kepemimpinan melalui langkah nyata menuju pencapaian kemakmuran rakyat,” tegas Jungkarnain.

Ia menjelaskan, kemakmuran sejati adalah tercapainya perimbangan kehidupan yang serasi, seimbang, dan selaras (3S) dalam perekonomian masyarakat. Artinya, tidak boleh ada kesenjangan yang mencolok antar lapisan masyarakat.

Namun, lanjutnya, kondisi Indonesia saat ini masih jauh dari prinsip 3S tersebut. Hal itu terjadi karena para pengambil kebijakan belum berhasil menerapkan pemerataan ekonomi secara adil, meskipun bukan berarti sama rata.

“Makna kemakmuran bukanlah semua serba sama, melainkan terciptanya keserasian, keselarasan, dan keseimbangan ekonomi antar masyarakat dalam sebuah negara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026
Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma
Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.
Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:28 WIB

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Minggu, 27 September 2026 - 14:42 WIB

Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Berita Terbaru