Malaysia Perketat Pemeriksaan Perbatasan di Tebedu Sarawak

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sarawak, Malaysia – Pemerintah Malaysia melalui otoritas Custom/Bea Cukai resmi memperkuat sistem pemeriksaan di wilayah perbatasan, khususnya jalur masuk Tebedu Sarawak.

Langkah ini dilakukan dengan sejumlah kebijakan strategis, salah satunya pengalihan fungsi pemeriksaan perbatasan kepada Badan Kontrol dan Perlindungan Perbatasan Malaysia.

Kebijakan tersebut mencakup pengambilalihan wewenang penuh terhadap inspeksi individu, kendaraan, serta barang di 22 titik masuk di seluruh wilayah Malaysia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga  :  Temukan Pelanggaran Ekspor Produk CPO, Kapolri: Perintah Presiden Kurangi Kerugian Negara!

Upaya ini bertujuan memperkuat penegakan keamanan perbatasan dan menjaga kedaulatan negara.

Dengan adanya pengalihan fungsi ini, pihak Bea Cukai Malaysia dapat lebih fokus pada mandat utama mereka, yaitu penilaian dan pemungutan pajak di pos pemeriksaan darat, laut, dan udara.

Selain itu, langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional di semua pintu masuk negara.

Seorang petugas Custom Malaysia menegaskan bahwa pemeriksaan diperketat terutama untuk memerangi penyelundupan narkotika dan barang ilegal yang rawan masuk melalui jalur perbatasan.

Baca Juga:  Oknum LSM di Ketapang Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyebaran Informasi Palsu

Selain itu, pemerintah Malaysia kini juga lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap beberapa jenis barang, antara lain:

Barang bersubsidi, dengan menempatkan petugas penegak kementerian di gerbang masuk guna memastikan penerapan kebijakan subsidi berjalan sesuai aturan.

Barang ekspor, dengan memperketat regulasi guna mencegah praktik transshipment ilegal atau pengalihan rute barang melalui Malaysia untuk menghindari pengawasan.

Di sisi lain, pihak Bea Cukai Malaysia turut meningkatkan kolaborasi dengan instansi internasional yang memiliki tanggung jawab serupa.

Kerja sama tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi pengawasan lintas batas demi meminimalisir tindak kejahatan perdagangan ilegal.

“Tindakan ini menunjukkan komitmen serius pemerintah Sarawak dalam mencegah masuknya barang ilegal ke wilayah Malaysia,” tegas salah seorang petugas Custom.

Baca juga  :  Pembelajaran Kolaboratif: Siswa Diktukba SPN Polda Jatim Tawarkan Solusi Digital untuk UMKM Koi Blitar

Secara keseluruhan, penguatan struktur kelembagaan dan kerja sama bilateral ini menjadi indikator bahwa Malaysia berkomitmen menjaga keamanan perbatasan sekaligus meningkatkan kepatuhan dalam perdagangan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026
Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma
Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.
Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:28 WIB

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Minggu, 27 September 2026 - 14:42 WIB

Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Berita Terbaru