Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Dikeluhkan Warga Tayan Hulu, Harga Melonjak hingga Rp40 Ribu

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau – Masyarakat Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang dalam beberapa waktu terakhir semakin sulit diperoleh. Kondisi ini berdampak langsung pada melonjaknya harga gas di tingkat pengecer, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga gas elpiji 3 kg di tingkat pangkalan bervariasi antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung.

Sementara itu, di warung-warung pengecer harga melambung tajam, mencapai Rp32.000 bahkan hingga Rp40.000 per tabung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan harga tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat kecil, terutama warga berpenghasilan rendah yang bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Ironisnya, kelangkaan ini diduga terjadi akibat alokasi gas elpiji 3 kg yang lebih banyak disalurkan ke rumah makan serta usaha-usaha kecil.

Padahal, gas bersubsidi tersebut sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan rumah tangga miskin, bukan untuk kegiatan usaha yang seharusnya menggunakan gas nonsubsidi.

“Kalau masyarakat mau beli susah, tapi rumah makan selalu ada. Kami harus keliling dari warung ke warung, itupun harganya mahal,” ujar salah seorang warga Tayan Hulu yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  APH Diduga Terlibat Tambang mas Ilegal (PETI) Di bonti , Kapolres Sanggau Bungkam

Warga menilai lemahnya pengawasan distribusi gas elpiji 3 kg menjadi penyebab utama terjadinya kelangkaan dan permainan harga di lapangan.

Selain itu, masyarakat juga menyayangkan sikap pemerintah setempat yang dinilai belum menunjukkan respons serius terhadap keluhan yang sudah berlangsung cukup lama.

“Keluhan sudah sering disampaikan, tapi belum ada tindakan nyata. Seolah-olah dibiarkan,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, bersama instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Pertamina, segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap distribusi gas elpiji bersubsidi.

Penertiban pangkalan dan pengecer yang menjual di atas HET dinilai mendesak agar hak masyarakat kecil tidak terus terabaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kecamatan maupun instansi terkait mengenai langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji 3 kg di Kecamatan Tayan Hulu.

Tim media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IAWP 2026, Kapolri: Perempuan Bukan Sekadar Bagian dari Perubahan
AKBP Hety Raih Penghargaan “Leadership” Di Ajang IAWP 2026
Gerak Cepat Polres Nganjuk dan Tim Gabungan Jinakkan Api, Karhutla di Gunung Wilis Padam
IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional
Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan
Respon Laporan Warga, Polresta Sidoarjo Bongkar Arena Sabung Ayam di Dua Lokasi
Wujud Nyata Kemanunggalan, Kodim 0808/Blitar Gelar Bakti Sosial Dan Baksoskes Serentak Sambut HUT Ke-81 TNI
Jelang Sidang Perdana, Kuasa Hukum Ahli Waris / Keluarga Mamat Godril Minta Pembuktian Dilakukan Cermat dan Objektif*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:00 WIB

IAWP 2026, Kapolri: Perempuan Bukan Sekadar Bagian dari Perubahan

Minggu, 20 September 2026 - 12:57 WIB

AKBP Hety Raih Penghargaan “Leadership” Di Ajang IAWP 2026

Minggu, 20 September 2026 - 12:54 WIB

Gerak Cepat Polres Nganjuk dan Tim Gabungan Jinakkan Api, Karhutla di Gunung Wilis Padam

Minggu, 20 September 2026 - 07:29 WIB

IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional

Minggu, 20 September 2026 - 07:25 WIB

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Berita Terbaru