Giat Cooling System : Empati Korban Gas Air Mata, Dampak Unra Dibalai Kota Semarang

- Penulis

Kamis, 29 Agustus 2024 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cybertv.id – Kota Semarang | Polrestabes Semarang pada Rabu sore (28/8) melakukan kunjungan ke warga Sekayu Kota Semarang, dalam rangka melaksanakan cooling system buntut kericuhan pembubaran aksi unjuk rasa yang terjadi pada Senin malam (26/8). Peristiwa yang mengakibatkan beberapa siswa LPQ PAI Sekayu terluka ini menuai kekhawatiran dan kecaman luas.

Polisi hadir di Masjid Taqwa Sekayu untuk mengklarifikasi situasi dan menyampaikan permohonan maaf. Mereka menjelaskan bahwa mereka terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi karena tidak terkendali. Namun, mereka mengakui penggunaan gas air mata mengakibatkan efek pedih yang tidak disengaja pada beberapa siswa LPQ dan Warga Sekayu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memahami bahwa penggunaan gas air mata menyebabkan kesusahan dan cedera pada beberapa siswa dan warga sekitar kejadian,” kata Kompol Maria Kasi Propam Polrestabes Semarang. “Kami sangat menyesali kejadian ini dan kami berkomitmen untuk melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana kami dapat mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.”

Baca Juga:  Polsek Sekayam Gandeng Pemerintah Desa dalam Upaya P4GN

LPQ PAI Sekayu, pesantren setempat, mengucapkan terima kasih atas kehadiran polisi dan meminta maaf. “Kami mengapresiasi polisi yang bertanggung jawab atas tindakannya dan mengakui dampak kejadian tersebut terhadap santri kami,” kata Bapak Johan perwakilan pihak Masjid Taqwa Sekayu . “Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat dan semoga aksi unjuk rasa ke depan dapat terlaksana dengan damai dan aman.”

Semantara itu, Pihak Polrestabes Semarang juga berusaha menemui anak-anak yang menjadi korban pedihnya terkena gas air mata serta dan memastikan kesehatan salah satu anak Hafis siswa LPQ.

” Alhamdulillah sudah pada sehat, Kami juga memahami kondisi yang terjadi dan kondisi alam yang membawa angin gas air mata” ujar Ibu Hafis saat ditemui dirumah.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya Aksi damai dan perlunya pendekatan kolaboratif untuk mengatasi masalah sosial dan politik.

(Sukindar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Rusak Kembali Jembatan Temurak, Warga dan Polsek Meliau Bergerak Cepat
Warga dan Polisi Gotong Royong Bersihkan Jalan Usai Kecelakaan Truk di Tayan Hilir
Diduga Dump Truck Tanpa Lampu, Kecelakaan Maut Terjadi di Desa Binjai
Polda Kalbar tegaskan Komitmen berantas Judi Online, Cegah Kalimantan Barat jadi Basis Bandar dan Scam dengan meningkatkan Patroli Siber
Satlantas Polres Melawi Kembali Amankan 21 Kendaraan Knalpot Brong dan Terindikasi Balap Liar
Stop Pelanggaran Lalu Lintas, Kasat Lantas Jadikan Melawi Tertib Berlalu Lintas
Waka Polres Melawi Pimpin Apel Pagi dan Gaktibplin, Tekankan Kerapian Personel
Pria di Jongkong Diduga Aniaya Pasutri Lansia, Satu Korban Meninggal Dunia
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:13 WIB

Hujan Deras Rusak Kembali Jembatan Temurak, Warga dan Polsek Meliau Bergerak Cepat

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:07 WIB

Warga dan Polisi Gotong Royong Bersihkan Jalan Usai Kecelakaan Truk di Tayan Hilir

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:04 WIB

Diduga Dump Truck Tanpa Lampu, Kecelakaan Maut Terjadi di Desa Binjai

Senin, 11 Mei 2026 - 02:20 WIB

Polda Kalbar tegaskan Komitmen berantas Judi Online, Cegah Kalimantan Barat jadi Basis Bandar dan Scam dengan meningkatkan Patroli Siber

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Satlantas Polres Melawi Kembali Amankan 21 Kendaraan Knalpot Brong dan Terindikasi Balap Liar

Berita Terbaru