Dua Tahun Selesai Dibangun, Kawasan Perkantoran Pemkab Bengkayang Rusak Parah: Ada Apa?

- Penulis

Kamis, 13 Februari 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKAYANG – cybertv.id – Proyek penataan kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang yang menelan anggaran APBD 2022 sebesar Rp 2,21 miliar kini menuai sorotan tajam. Hanya dalam dua tahun sejak rampung, kondisi fisiknya sudah mengalami kerusakan signifikan, memicu dugaan pengerjaan asal-asalan dan lemahnya pengawasan.

Tim media cybertv.id, yang melakukan investigasi langsung ke lokasi, menemukan sejumlah infrastruktur seperti jalan akses, trotoar, dan fasilitas penunjang dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan ini bukan sekadar menurunkan estetika kawasan.

Proyek yang seharusnya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi bukti nyata ketidakberdayaan dalam pengelolaan anggaran publik. Sejumlah pihak, termasuk dari lingkungan pemerintahan sendiri, mengungkapkan kekecewaan atas hasil pembangunan yang jauh dari harapan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan Pengerjaan Asal-asalan dan Lemahnya Pengawasan

Kerusakan yang begitu cepat menimbulkan dugaan bahwa proyek ini tidak dikerjakan dengan standar yang semestinya. Sumber-sumber menyebutkan, lemahnya pengawasan dari dinas terkait menjadi faktor utama yang memungkinkan hasil pekerjaan di bawah standar.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjungperak Bantu Petani Distribusikan Jagung Hasil Panen ke Bulog

Padahal, dengan anggaran yang cukup besar, proyek ini seharusnya direncanakan secara matang dan diawasi ketat agar dapat bertahan lama dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya: proyek ini justru menjadi contoh buruk dalam tata kelola pembangunan daerah.

Desakan Evaluasi dan Tindakan Tegas

pemerintah daerah untuk segera bertindak. Langkah perbaikan konkret harus segera dilakukan, dan lebih dari itu, ada harapan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas buruknya kualitas proyek ini diberikan sanksi tegas.

Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan proyek serupa di masa depan juga menjadi tuntutan utama. Jika tidak ada perbaikan dalam sistem pengawasan dan pertanggungjawaban, hal seperti ini berpotensi terus berulang, mengakibatkan pemborosan dana publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Papar Dampingi Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan
Polres Kediri Gelar Nobar, Kebersamaan Anggota Dikemas Lewat Film
Kapolres Kediri Dampingi Dandim 0809/Kediri Resmikan Lapangan Bola Voli Sparta Muda
Jelang HUT Lantas ke-71, Polisi Sapa Ojol: Utamakan Keselamatan, Keluarga Menanti di Rumah
Peringati HUT TNI Ke 81, Sinergi TNI-Polri Dan Masyarakat Kota Blitar Gelar Aksi Tanam Pohon Di Bantaran Sungai Karplos
Dugaan Perampasan Emas di Sekadau, Dua Oknum Kejaksaan Diperiksa Internal
Kabut Asap Makin Parah, FKUB Kubu Raya Desak Warga Tak Abaikan Bahaya Polusi Udara
FKUB Kubu Raya Imbau Masyarakat Gunakan Masker di Tengah Kabut Asap Makin Pekat
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:16 WIB

Polsek Papar Dampingi Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan

Sabtu, 12 September 2026 - 16:14 WIB

Polres Kediri Gelar Nobar, Kebersamaan Anggota Dikemas Lewat Film

Sabtu, 12 September 2026 - 16:12 WIB

Kapolres Kediri Dampingi Dandim 0809/Kediri Resmikan Lapangan Bola Voli Sparta Muda

Sabtu, 12 September 2026 - 16:09 WIB

Jelang HUT Lantas ke-71, Polisi Sapa Ojol: Utamakan Keselamatan, Keluarga Menanti di Rumah

Sabtu, 12 September 2026 - 08:12 WIB

Peringati HUT TNI Ke 81, Sinergi TNI-Polri Dan Masyarakat Kota Blitar Gelar Aksi Tanam Pohon Di Bantaran Sungai Karplos

Berita Terbaru