BMKG Perkuat Transformasi Digital Sistem Peringatan Dini Gempabumi dan Tsunami melalui Konsorsium Sispro Merah Putih

- Penulis

Rabu, 16 April 2025 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Jakarta, 16 April 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mengakselerasi transformasi digital sistem peringatan dini gempabumi dan tsunami melalui penguatan kolaborasi dengan Konsorsium Sistem Processing (Sispro) Merah Putih. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Jakarta, Plt. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati hadir langsung memimpin diskusi strategis tersebut, didampingi oleh Deputi Bidang Geofisika serta tim dari Pusat Standarisasi Instrumen MKG.

Baca juga: Mulai Anak-Anak, Wartawan Hingga Ojol Ikuti Halal Bihalal Bareng Mas Dhito

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan menindaklanjuti progres implementasi Sispro Merah Putih, yang mengusung teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kecepatan dan akurasi informasi terkait gempabumi dan potensi tsunami. Dwikorita menegaskan bahwa penguatan sistem tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, namun juga menjadi bagian dari komitmen nasional dalam mewujudkan kemandirian teknologi di bidang kebencanaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dialog terbuka bersama tim teknis dan pengembang, turut dibahas berbagai tantangan operasional yang masih dihadapi, antara lain kebutuhan peningkatan spesifikasi komputer prosesor (High Performance Computing) serta optimalisasi proses simulasi. BMKG mengapresiasi capaian signifikan yang telah diraih, di mana hampir seluruh fitur utama sistem—baik konvensional maupun berbasis AI—telah mencapai tingkat pengembangan hingga 100 persen.

Baca Juga:  DPR RI Dukung Penguatan SDM dan Inovasi Teknologi MKG lewat Kunjungan ke STMKG Tangerang

“Kami bersyukur, akhirnya Sispro Merah Putih mampu menjawab tantangan dan membuktikan bahwa kita mampu membangun sistem nasional dengan semangat kemandirian teknologi,” ujar Dwikorita. Ia menambahkan, sistem ini kini telah mampu memasukkan parameter kedalaman sumber gempa sebagai komponen penting dalam pemodelan tsunami—hal yang sebelumnya belum terakomodasi secara komprehensif dalam sistem terdahulu.

Baca juga: Polres Sambas Amankan Terduga Pengedar Narkotika di wilayah Kecamatan Sejangkung Sambas

Pertemuan ini juga menyepakati kelanjutan pengembangan Sispro yang akan memasuki tahap kedua, termasuk optimalisasi penggunaan superkomputer APC (Advanced Processing Computer) yang secara khusus disiapkan untuk mendukung sistem Merah Putih. Simulasi paralel juga akan dilakukan melalui fasilitas APC milik Meteorologi Maritim sebagai bagian dari proses validasi dan komparasi performa sistem.

BMKG menegaskan bahwa pengembangan Sispro Merah Putih bukanlah proses instan. “Membangun sistem seperti ini adalah investasi jangka panjang demi kemandirian dan keselamatan rakyat Indonesia,” tegas Dwikorita. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Sispro merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan lembaga riset nasional.

Pertemuan ini ditutup dengan penegasan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjamin keberlanjutan dan penyempurnaan sistem peringatan dini gempabumi dan tsunami yang sepenuhnya dikembangkan oleh anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026
Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma
Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.
Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:28 WIB

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Minggu, 27 September 2026 - 14:42 WIB

Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Berita Terbaru