Cybertv.id-KEDIRI KOTA – Kegiatan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam rangka Festival Santri Nusantara, Kamis (8/10/2026), dihadiri ratusan pesilat dari berbagai daerah. Sehubungan dengan itu, upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjadi perhatian utama Polres Kediri Kota.
Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi berperan dalam mengoordinasikan langkah pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan, mulai sebelum kegiatan berlangsung, selama acara, hingga setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Kegiatan yang menjadi bagian dari “ Festival Santri Nusantara “ tersebut menarik kehadiran ribuan jamaah dan ratusan pesilat dari berbagai daerah. Di mana mobilitas massa dengan latar belakang dan kelompok yang beragam menjadi perhatian dalam upaya menjaga ketertiban ; sehingga kegiatan keagamaan itu dapat berlangsung aman dan kondusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kompol Iwan Setyo Budhi menekankan pentingnya langkah antisipatif dan kesadaran bersama untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Menurut dia, keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat kepolisian dan TNI, tetapi juga pada kepatuhan setiap peserta terhadap aturan serta imbauan kamtibmas.
“Seluruh peserta, termasuk para pesilat yang datang dari berbagai daerah, kami imbau untuk menjaga sikap, menghormati sesama, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban, baik di lokasi kegiatan maupun di perjalanan menuju dan setelah meninggalkan lokasi,” demikian pesan yang ditekankan dalam upaya menjaga kondusivitas kegiatan.
Antisipasi sejak sebelum hingga setelah acara
Dalam pengamanan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, antisipasi menjadi bagian penting untuk meminimalkan potensi gangguan. Karena itu, perhatian terhadap situasi sebelum acara, ketika jamaah mulai berdatangan, selama kegiatan berlangsung, hingga saat massa membubarkan diri diperlukan untuk menjaga ketertiban secara menyeluruh.
Peran Kabag Ops dalam koordinasi pengamanan menjadi bagian krusial dari upaya menyelaraskan langkah personel di lapangan. Pengamanan tidak hanya berorientasi pada kelancaran acara di lokasi utama, tetapi juga pada perilaku peserta di ruang publik, termasuk ketika mereka bergerak secara berkelompok.
Kehadiran ratusan pesilat dari berbagai daerah menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius. Kabag Ops mengimbau kepada para peserta yang berlatar belakang pesilat diharapkan mampu menjaga nama baik perguruan masing-masing serta tidak terlibat dalam tindakan yang berpotensi menimbulkan perselisihan, keributan, konvoi yang mengganggu pengguna jalan, maupun bentuk pelanggaran ketertiban lainnya.
Kompol Iwan juga menekankan bahwa imbauan kamtibmas berlaku bagi seluruh peserta tanpa terkecuali. “Semangat persaudaraan, penghormatan terhadap sesama, dan pengendalian diri perlu menjadi pegangan selama mengikuti kegiatan keagamaan tersebut,” kata Kompol Iwan.
Menjaga ketertiban sebagai tanggung jawab bersama
Menurut Kompol Iwan, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kedewasaan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Karena itu, jelasnya, semua pihak yang menghadiri acara keagamaan tersebut diharapkan tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, kelompok, maupun masyarakat luas. Setiap persoalan yang berpotensi memicu konflik sebaiknya disikapi dengan kepala dingin dan diserahkan kepada pihak berwenang apabila diperlukan.
Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan. Aparat kepolisian menjalankan fungsi pengamanan, sementara peserta dan masyarakat turut berkontribusi dengan mematuhi imbauan serta menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
Hasilnya situasi kamtibmas wilayah hukum Polres Kediri Kota dalam keadaan aman dan kondusif, tanpa adanya kejadian yang menonjol ; baik sebelum, saat dan paska kegiatan keagamaan.
(Djoko)














