Krisis Abrasi di Kedamin Hilir: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci Solusi

- Penulis

Minggu, 6 April 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id. – Kapuas Hulu, Kalimantan Barat — Abrasi pantai di jalur kanan mudik Sungai Kapuas kini menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian segera. Kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi warga Kelurahan Kedamin Hilir, Pantai Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu. Tanpa disadari, abrasi yang terus berlangsung ini telah membahayakan keselamatan warga dan mengancam tempat tinggal mereka.

Enok, salah seorang warga RT 06 RW 02 Kelurahan Kedamin Hilir, menyampaikan keprihatinannya. Ia menuturkan bahwa abrasi pantai telah berdampak pada ratusan rumah warga di beberapa RT yang berada dekat dengan tepi sungai. “Jika tidak segera ditangani oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau DPRD Kabupaten Kapuas Hulu sebagai wakil rakyat, situasi ini bisa berujung fatal akibat longsor dan derasnya aliran Sungai Kapuas yang terus mengikis tanah di tepiannya,” ungkap Enok.

Penyebab Abrasi: Kombinasi Alam dan Aktivitas Manusia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abrasi di wilayah ini dipicu oleh berbagai faktor. Secara alami, derasnya arus Sungai Kapuas, terutama saat musim hujan, menyebabkan erosi tanah yang signifikan. Namun, faktor manusia turut memperparah kondisi ini. Aktivitas penebangan hutan di daerah hulu menyebabkan berkurangnya vegetasi yang selama ini berperan sebagai penahan tanah. Ditambah lagi, minimnya infrastruktur penahan arus air di sepanjang tepian sungai mempercepat laju abrasi.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Dampak abrasi tidak hanya mengancam rumah-rumah warga, tetapi juga mata pencaharian mereka. Banyak penduduk setempat yang menggantungkan hidup pada pertanian dan perikanan di sepanjang bantaran sungai. Ketika lahan semakin menyempit, produktivitas mereka pun menurun. Hal ini dapat memicu meningkatnya angka kemiskinan dan menciptakan instabilitas sosial di wilayah tersebut.

Baca Juga:  BMKG Percepat Pengembangan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Desakan untuk Tindakan Nyata dari Pemerintah

Warga berharap adanya intervensi serius dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. DPRD Kabupaten Kapuas Hulu juga didorong untuk memperjuangkan solusi konkret di lapangan. Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain pembangunan tanggul penahan abrasi, penghijauan kembali area yang telah tergerus, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Solusi Berkelanjutan dan Peran Masyarakat

Untuk mengatasi abrasi secara jangka panjang, dibutuhkan pendekatan yang berkelanjutan. Pemerintah perlu menggandeng berbagai pihak, termasuk LSM dan komunitas lokal, untuk menjalankan program reforestasi dan penguatan tepi sungai. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai dampak abrasi dan pentingnya menjaga ekosistem sungai akan memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan mereka.

Abrasi pantai di jalur kanan mudik Sungai Kapuas bukan sekadar isu lokal, melainkan ancaman nyata yang dapat merenggut tempat tinggal dan mata pencaharian warga. Situasi ini harus menjadi prioritas semua pihak, agar warga Kapuas Hulu, khususnya di Kelurahan Kedamin Hilir, dapat hidup dengan aman, layak, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Kajati Kalbar Pimpin Apel Kerja Perdana 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Jaksa
Kunjungi Gereja Katedral dan Immanuel, Menko Polkam Sampaikan Pesan Presiden Untuk Umat Kristiani
Aktivitas PETI Kembali Marak di Sungai Kapuas Sanggau, Diduga Libatkan Oknum APH
Perkara Tipikor Dana Hibah Gereja GKE Sintang Resmi Tahap
Oknum LSM di Ketapang Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyebaran Informasi Palsu
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:46 WIB

Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.

Senin, 9 Februari 2026 - 12:31 WIB

BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 - 03:34 WIB

Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura

Senin, 5 Januari 2026 - 04:53 WIB

Kajati Kalbar Pimpin Apel Kerja Perdana 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Jaksa

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:25 WIB

Kunjungi Gereja Katedral dan Immanuel, Menko Polkam Sampaikan Pesan Presiden Untuk Umat Kristiani

Berita Terbaru