Warga Parindu Tewas Tertimpa Pohon Saat Angin Puting Beliung, Polisi Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Seorang warga Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat angin puting beliung menerjang wilayah tersebut pada Kamis, 20 November 2025. Korban bernama Mardiyanto, 31 tahun, yang saat itu tengah melakukan pengecekan instalasi listrik di rumah warga, tidak dapat terselamatkan meski telah mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa itu pertama kali diketahui pada Jumat, 21 November 2025 pukul 10.00 WIB, ketika Polsek Parindu menerima informasi resmi mengenai korban yang akhirnya meninggal dunia setelah dirujuk ke RS Mitra Medika Pontianak. Kejadian ini berlangsung di Dusun Pulau Mpoh, Desa Gunam, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau.

Korban yang merupakan warga Dusun Wonosari, Desa Suka Mulya, Kecamatan Parindu, awalnya berada di rumah Palansius Alex (27), pemilik rumah yang menjadi lokasi kejadian. Bersama rekannya, David Indrayanto, korban datang setelah menerima laporan gangguan listrik dari pemilik rumah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga  :  Satgas Pangan Satreskrim Polres Melawi Cek RPK SPHP di Kabupaten Melawi

Menurut keterangan saksi David, keduanya tiba di rumah Alex untuk mengecek instalasi listrik yang diduga mengalami gangguan. Pada saat itu, cuaca sedang hujan deras disertai angin kencang. Korban memeriksa pitingan lampu di bagian dapur, sementara David berada di ruang tamu memantau kondisi instalasi lainnya.

Beberapa menit kemudian, David mendengar suara keras dari arah dapur. Ia bergegas menuju sumber suara dan mendapati pohon besar telah tumbang menimpa bagian dapur rumah serta menghimpit tubuh korban. David bersama Alex berusaha mengevakuasi korban dan segera membawanya ke RSUD Sanggau untuk mendapatkan penanganan medis.

Setibanya di rumah sakit, orang tua korban, Ahmadi (59), menjelaskan bahwa hasil rontgen menunjukkan tulang ekor korban mengalami pergeseran parah dan kaki kiri mengalami keretakan hebat. Melihat kondisi yang terus menurun, tim medis merujuk korban ke RS Mitra Medika Pontianak sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga:  Distribusi Hasil Panen Demplot II Polsek Batang Tarang Dikawal Personel Polres Sanggau, 1.052 Kg Jagung Diterima Bulog

Namun nahas, setelah menempuh perjalanan menuju Pontianak dan tiba sekitar pukul 06.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah akibat cuaca ekstrem dan puting beliung yang memicu tumbangnya pohon besar di sekitar rumah Alex.

Selain menelan korban jiwa, peristiwa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada rumah milik Palansius Alex. Bagian dapur rusak berat dan total kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta. Polisi memastikan situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif pasca peristiwa tersebut.

Polsek Parindu bersama Forkopimcam Parindu, tokoh masyarakat, dan tokoh adat segera melakukan koordinasi untuk memastikan langkah-langkah penanganan cepat, termasuk pengecekan kondisi lingkungan untuk mencegah potensi kejadian serupa selama intensitas hujan dan angin kencang masih tinggi.

Kapolsek Parindu, Ipda N. Ling, S.H., M.Sos., menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menimpa korban.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Mardiyanto. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan segera melaporkan bila ada pohon rapuh atau kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan,” ujarnya.

Ipda N. Ling menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan korban, mengamankan lokasi kejadian, membantu proses evakuasi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.

Baca juga  : GJL Gerakan Jalan Lurus GAMAT-RI Gerakan Anti Mafia Tanah Republik Indonesia Kota Semarang Gelar Rapat Kerja Dan Koordinasi 

“Kami berkomitmen bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, terutama di musim cuaca ekstrem seperti sekarang,” tambahnya.

(Ani**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Ditbinmas Polda Kalbar Ajak Komunitas Ojek Pikap Maxvary Jaga Kamtibmas.
Polisi Tindak PETI di Desa Tebedak, Aktivitas Sudah Berhenti
Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape
1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap
Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan
Karhutla, Bibit Sawit dan Video Viral: Warga Sekunder C Rasau Jaya Tiga Minta Fakta Diluruskan
FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas.
Dari Desa Entikong, Gerakan Bersama Cegah Karhutla Terus Digelorakan.
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Ditbinmas Polda Kalbar Ajak Komunitas Ojek Pikap Maxvary Jaga Kamtibmas.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Polisi Tindak PETI di Desa Tebedak, Aktivitas Sudah Berhenti

Selasa, 29 September 2026 - 05:48 WIB

Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape

Jumat, 11 September 2026 - 04:06 WIB

1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap

Senin, 7 September 2026 - 02:25 WIB

Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

Berita Terbaru