Tambang Mas Ilegal Taktersentuh Hukum Di Ketungau Tengah : Diduga Libatkan Mantan dan Oknum Kepala Desa Aktif”

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id – Sintang, Kalbar – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga semakin marak di Kecamatan Ketungau Tengah, tepatnya di Desa Radin Jaya serta Km 5 Desa Tanjung Sari (Simpang Mengerat–Sabara), Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Berdasarkan informasi warga, terdapat puluhan titik PETI di wilayah Desa Tanjung Sari Km 5 yang diduga dikoordinir oleh pria berinisial AJ, mantan Kepala Desa Tanjung Sari. Kegiatan PETI di wilayah tersebut diduga berada di dalam kawasan hutan dan telah berlangsung sekitar delapan bulan. Para pemilik tambang diduga berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu.

“Sudah sekitar delapan bulan mereka beroperasi di sini. Banyak pekerja dari luar dan pemiliknya katanya dari Kapuas Hulu,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, pada saat ditemui tidak jauh dari lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, aktivitas PETI di lokasi lain yaitu Desa Radin Jaya juga disebut semakin masif. Kegiatan yang diperkirakan telah berjalan sekitar satu bulan tersebut diduga dikelola oleh dua oknum kepala desa aktif berinisial IK (Kepala Desa Radin Jaya) dan SMW (Kepala Desa Senangan Jaya). Menurut warga, terdapat sekitar 7–8 set mesin PETI beroperasi di lokasi tersebut, tidak jauh dari Jalan Poros Paralel Perbatasan Indonesia–Malaysia.

Baca Juga:  Babinsa Ngadirejo Ajak Warga Tanam Pohon Saman Untuk Lestarikan Sumber Mata Air

Yang lebih memprihatinkan, operasi PETI tersebut bahkan sempat menggunakan alat berat berupa satu unit excavator. Aktivitas itu berlangsung secara terang-terangan dan dapat terlihat jelas oleh masyarakat yang melintas di jalur tersebut.

“Kalau butuh garap lahan, excavator dipanggil untuk buka lokasi tambang. Setelah selesai, alat berat itu dipulangkan. Excavator tersebut kabarnya dikelola oleh oknum Kades IK, dan satu unit excavator lainnya yang pernah digunakan diduga milik mantan Wakil Bupati Sintang,” ungkap sumber tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Angka Pengangguran, Kapolres Kediri Kota Gandeng Lembaga Pelatihan Kerja Lewat Program Poliran
Ops Patuh Semeru, Kapolres Kediri Turun ke Jalan Kedepankan Edukasi Pengendara
Dukung Kapolri, SSDM Polri Perkuat Kompetensi Calon Direktur dan Kapolres
Gelar Operasi KRYD, Polrestabes Surabaya Sita 5.385 Botol Miras Ilegal
Karhutla Mereda, Polda Riau Siapkan 260 Plang Cegah Kebakaran Berulang
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandat Turun Langsung Temui Petani
Polres Blitar Ungkap Kasus Dugaan Penimbunan 1.030 Liter BBM Bersubsidi
Wartawan Senior Aat Surya Safaat Bangga OKK PWI Kalbar di Sanggau Terima 50 Karangan Bunga.
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Tekan Angka Pengangguran, Kapolres Kediri Kota Gandeng Lembaga Pelatihan Kerja Lewat Program Poliran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Ops Patuh Semeru, Kapolres Kediri Turun ke Jalan Kedepankan Edukasi Pengendara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Dukung Kapolri, SSDM Polri Perkuat Kompetensi Calon Direktur dan Kapolres

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Gelar Operasi KRYD, Polrestabes Surabaya Sita 5.385 Botol Miras Ilegal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Karhutla Mereda, Polda Riau Siapkan 260 Plang Cegah Kebakaran Berulang

Berita Terbaru