Talud Tanggul Sungai Jebol, Banjir Setinggi 1 Meter Rendam Pemukiman RT 08 RW 04 Bambankerep

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id-SEMARANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan sekitar mengakibatkan talud tanggul sungai di wilayah RT 08 RW 04 Kelurahan Bambankerep jebol pada Sabtu (16/5/2026).

Akibat kejadian ini, luapan air sungai berdebit tinggi langsung menerjang dan merendam pemukiman warga dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Mendapat laporan mengenai musibah tersebut, jajaran aparatur Kelurahan Bambankerep bersama pengurus lingkungan langsung bergerak cepat mendatangi titik banjir. Terlihat di lokasi kejadian, Bapak Lurah Bambankerep Agung Susilo, SE beserta istri, Sekretaris Kelurahan, Babinsa, Babinkamtibmas,Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Bambankerep ,serta perangkat kelurahan lainnya bersinergi dengan Ketua RW 04, Bapak Ifan Widianto, untuk memimpin penanganan darurat dan mendampingi warga yang terdampak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Membangkitkan Trauma Banjir Bandang Tahun 2010

Bencana yang terjadi pada akhir pekan kemarin ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Bagi warga terdampak, musibah jebolnya tanggul ini seolah memutar kembali memori kelam dan membangkitkan trauma lama atas peristiwa banjir bandang dahsyat yang pernah menerjang wilayah mereka pada tahun 2010 silam.
Kini, ketakutan tersebut kembali menjadi kenyataan. Luapan air yang begitu cepat merangsek masuk ke dalam rumah warga hingga setinggi 1 meter tidak hanya merusak struktur bangunan, tetapi juga merendam perabotan rumah tangga, barang elektronik, serta dokumen penting yang belum sempat diselamatkan.

“Kami semua syok dan gemetar. Begitu air masuk cepat sampai satu meter, pikiran langsung melayang ke banjir bandang tahun 2010 lalu. Trauma itu mendadak muncul lagi. Banyak barang rumah tangga yang rusak, belum lagi dinding rumah yang retak. Kami benar-benar sedih dan lelah harus menghadapi ini lagi,” tutur salah seorang warga terdampak dengan mata berkaca-kaca.

Respons Cepat Jajaran Dinas Terkait dan

Bantuan Mulai Mengalir
Koordinasi cepat yang dilakukan pihak kelurahan Langsung membuahkan hasil. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah bergerak memberikan respons cepat dengan menyalurkan berbagai bantuan logistik darurat yang sangat dibutuhkan oleh warga di lokasi pengungsian maupun di area terdampak. Bantuan yang diterjunkan meliputi kebutuhan dasar seperti tikar, selimut, paket sembako, serta karung pasir untuk pembuatan tanggul darurat sementara.
Tak hanya itu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku instansi yang berwenang atas pengelolaan aliran sungai juga tampak hadir meninjau langsung lokasi jebolnya talud. Kehadiran tim teknis BBWS ini ditujukan untuk melakukan kajian cepat mengenai tingkat kerusakan infrastruktur agar langkah penanganan secara struktural dapat segera dirumuskan.

Lurah, Ketua RW, dan Ketua LPMK Desak Penanganan Cepat Serta Ketuk Kepedulian Pengusaha

Lurah Bambankerep, Agung Susilo, SE, mengapresiasi kedatangan bantuan serta peninjauan dari instansi terkait, namun ia tetap menekankan pentingnya perbaikan fisik sesegera mungkin.
“Kami sudah berusaha dan langsung berkoordinasi secara cepat dengan dinas terkait agar bantuan logistik segera didatangkan. Harapan kami, setelah peninjauan dari pihak BBWS ini, segera dilakukan tindakan fisik perbaikan pada talud yang jebol tersebut agar siap menghadapi potensi hujan berikutnya dan warga kami kembali aman,” tegas Agung Susilo, SE.

Baca Juga:  Berbasis Teknologi, Polres Nganjuk Optimalkan Pelayanan dan Harkamtibmas Melalui Command Center

Senada dengan Lurah, Ketua RW 04 Bapak Ifan Widianto juga menyampaikan desakan serupa mengingat faktor cuaca yang masih tidak menentu.
“Kami sangat berharap dinas terkait dan BBWS bisa segera mengambil langkah cepat dalam penanggulangan dan pembangunan kembali tembok talud ini. Kasihan warga kalau harus terus-menerus merasa waswas dan trauma, apalagi saat-saat ini curah hujan masih sangat tinggi,” ungkap Ifan Widianto.

Tanggapan serupa dan ajakan solidaritas juga digaungkan oleh Ketua LPMK Bambankerep, Bapak Muji. Ia mengetuk pintu hati berbagai pihak, termasuk sektor swasta di sekitar wilayah kelurahan, untuk ikut peduli dan turun tangan membantu warga yang sedang mengalami kesusahan.
“Kami sangat berharap dari dinas terkait ataupun para pengusaha yang berada di terdekat wilayah ini bisa saling berempati dan mengulurkan tanga dan memberikan bantuan terhadap warga yang terdampak banjir ini. Sinergi dan gotong royong dari semua pihak, termasuk pelaku usaha, sangat kami butuhkan untuk mempercepat pemulihan kondisi warga dan lingkungan kita,” harap Bapak Muji.

Soroti Konstruksi Tanggul yang Kurang Kokoh

Selain faktor alam, warga terdampak juga menyampaikan evaluasi kritis mengenai kondisi fisik infrastruktur tanggul yang jebol. Konstruksi awal tanggul disinyalir kurang sesuai dengan standar kelayakan untuk menampung debit air sungai yang berukuran besar.

“Sungai ini termasuk sungai yang besar. Namun kalau dilihat, konstruksi tanggulnya hanya menggunakan susunan batu bata dan struktur pembesiannya menurut kami sangat tidak kokoh, tidak layaknya standar tanggul talud penahan debit air besar. Akibatnya, begitu debit air meningkat tajam, tanggul langsung tidak kuat menahan beban,” tambah warga.

Warga dan pengurus wilayah berharap, dengan turunnya pihak BBWS ke lapangan, rekonstruksi talud yang baru nantinya akan menggunakan standar beton bertulang yang kokoh demi menjamin keselamatan jangka panjang serta memutus rantai trauma warga di lingkungan pemukiman RW 04 Bambankerep.

Bencana ini menjadi pengingat berharga akan pentingnya sinergi yang kokoh antara pembangunan infrastruktur yang layak, respons cepat pemerintah, dan kepedulian sosial lingkungan sekitar. Di tengah derasnya curah hujan yang masih membayangi, harapan besar kini digantungkan pada pundak para pemangku kebijakan agar rasa waswas warga dapat segera berganti dengan kedamaian. Semoga kebersamaan dan uluran tangan dari berbagai pihak menjadi kekuatan bagi warga Bambankerep untuk melewati masa sulit ini dengan penuh ketabahan.

Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Kandat Hadir di Tengah Warga, Amankan Hiburan Electune Tasyakuran RT 06 Ngletih Barat Berjalan Meriah dan Kondusif
Polri Berhasil Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir di Padang, Ratusan Personel Brimob Dikerahkan
Respons Cepat Tangani Banjir Padang, Polri Kerahkan Personel dan Dirikan Posko Kesehatan
Jadi Ibu Asuh Polwan Polda Jatim, Ny. Lenia Dekananto Dorong Kesejahteraan dan Keharmonisan Keluarga Polri
Akses Sempit Tak Halangi Petugas dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Sidomulyo
Tiga Orang Terluka dalam Kecelakaan di Kaliboto, Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo Tekankan Kamseltibcarlantas
Kasat Samapta Polres Kediri Kota Pimpim Patroli Antisipasi Guantibmas Sabtu Malam hingga Dini Hari
Semarakkan HUT TNI Ke-81, Koramil 0808/03 Kanigoro Gelar Fun Run 5K Bersama Masyarakat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Polsek Kandat Hadir di Tengah Warga, Amankan Hiburan Electune Tasyakuran RT 06 Ngletih Barat Berjalan Meriah dan Kondusif

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Polri Berhasil Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir di Padang, Ratusan Personel Brimob Dikerahkan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Respons Cepat Tangani Banjir Padang, Polri Kerahkan Personel dan Dirikan Posko Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Jadi Ibu Asuh Polwan Polda Jatim, Ny. Lenia Dekananto Dorong Kesejahteraan dan Keharmonisan Keluarga Polri

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Akses Sempit Tak Halangi Petugas dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Sidomulyo

Berita Terbaru