Polda Kalbar vs Hoaks Tambang: Investigasi Berakhir dengan ‘Semua Sudah Benar Kok!

- Penulis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Media sosial yang gemar menyulap kabar menjadi sensasi, Polda Kalimantan Barat memutuskan untuk turun tangan. Isu panas soal dugaan penyelewengan tambang bauksit oleh PT EJM dan PT ANTAM berhembus kencang—sebelum akhirnya dibantai oleh fakta yang jauh lebih membosankan: ternyata semua izin lengkap, dan tidak ada yang melanggar.

Ya, betapa menyedihkan bagi para pencari drama. Investigasi yang dilakukan di Desa Enggadai, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, justru berakhir dengan kesimpulan yang membuat para pembuat teori konspirasi kecewa berat.

Satu-satunya “pelanggaran” yang ditemukan adalah sebuah workshop PT EJM yang berdiri di lahan masyarakat — yang kebetulan masuk wilayah IUP PT ANTAM. Tapi tunggu dulu! Jangan buru-buru menyalahkan. Faktanya, tidak ada aktivitas penambangan ilegal di sana. Hanya bangunan kosong yang entah mengapa lebih menarik perhatian netizen daripada sawah warga yang mengering.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, PT ANTAM—yang seharusnya jadi “korban” dalam narasi ini—ternyata belum membayar ganti rugi lahan kepada masyarakat. Alhasil, warga setempat masih setia menggarap tanah mereka, menanam jagung dan singkong, sambil menunggu janji perusahaan yang entah kapan terealisasi.

Polda Kalbar Membongkar Fakta: Tidak Ada Maling, Tidak Ada Korban

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Otak Pembunuhan di Wonokusumo

Kombes Pol Burhanudin, sang Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, dengan nada datar menyampaikan.

“Semua sudah sesuai aturan. Izin lengkap, tidak ada penambangan ilegal, tidak ada kerugian negara.”

Ya, sungguh sebuah akhir yang tidak memuaskan bagi mereka yang berharap pada skandal besar. Bahkan Kasubdit IV Tipidter, Kompol Yoan Febriawan, dengan sabar menjelaskan:

“Kami sudah panggil semua pihak—perusahaan, dinas, masyarakat. Hasilnya? Nihil. Tidak ada pelanggaran.”

Ketika Hoaks Kalah Oleh Dokumen Resmi

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bayu Suseno, dengan elegan menyindir,
“Kami imbau masyarakat tidak mudah terprovokasi. Cek dulu faktanya sebelum share.”

Pesan sederhana, tapi sepertinya masih terlalu berat bagi para penyebar hoax yang lebih suka kebenaran versi mereka sendiri.

Jadi, apa pelajaran dari kisah ini? Hoaks tambang bauksit? Sekali lagi, ternyata hanya angin lalu.

Polda Kalbar bekerja cepat—sayangnya, tidak ada penjahat untuk ditangkap. Masyarakat? Masih menunggu ganti rugi, sambil memanen singkong.

Begitulah, sebuah isu besar berakhir dengan “Tidak Ada Apa-Apa” sebuah akhir yang paling dibenci oleh media, tapi justru membuktikan bahwa kadang-kadang, kebenaran itu memang membosankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babinsa Kandangan Dampingi Petani Lakukan Penyemprotan POC Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Jagung
Sudirlam : “14 tahun rakyat transmigrasi Air Balui diduga dirampas haknya, kami akan perjuangkan tanpa pamrih”*
Sudirlam Penanggung jawab Aksi Damai 2-3Juni2026. Sudirlam Gebrak Negara,14 thn rakyat transmigrasi Air Balui diduga dirampas haknya, Dimana Sumpah Janji Penyelenggara Negara*
Kehadiran Wakapolres Kediri Kota Warnai Penyaluran Bantuan Sosial Gubernur Jatim di Balai Kota Kediri
Kerja Bakti Bangun MCK Babinsa Gandean Bersama Warga, Tingkatkan Kesehatan Lingkungan
Wakapolri Tekankan Digitalisasi Layanan dan Inovasi Tilang Elektronik pada Rakernis Fungsi Lantas 2026
Jawab Rekomendasi KPRP, Polri Perkuat Digitalisasi Pelayanan Publik Lewat Inovasi Korlantas
Buka Rakernis Korlantas 2026, Wakapolri Tekankan Smart Policing dan Pelayanan Humanis
Berita ini 201 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:08 WIB

Babinsa Kandangan Dampingi Petani Lakukan Penyemprotan POC Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Jagung

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:07 WIB

Sudirlam : “14 tahun rakyat transmigrasi Air Balui diduga dirampas haknya, kami akan perjuangkan tanpa pamrih”*

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:05 WIB

Sudirlam Penanggung jawab Aksi Damai 2-3Juni2026. Sudirlam Gebrak Negara,14 thn rakyat transmigrasi Air Balui diduga dirampas haknya, Dimana Sumpah Janji Penyelenggara Negara*

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:10 WIB

Kerja Bakti Bangun MCK Babinsa Gandean Bersama Warga, Tingkatkan Kesehatan Lingkungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:56 WIB

Wakapolri Tekankan Digitalisasi Layanan dan Inovasi Tilang Elektronik pada Rakernis Fungsi Lantas 2026

Berita Terbaru