Korban Penganiayaan Siswa SMKN 5 Makassar, Tak Mampu Bayar Puluhan Juta Biaya Operasi Di Rumah Sakit Akademis

- Penulis

Jumat, 6 September 2024 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cybertv.id – MAKASSAR – Miris, orang tua korban penganiayaan di Makassar tampak kesulitan bayar biaya rumah sakit berkisar puluhan juta rupiah.

Pirman merasa kesulitan atas biaya rumah sakit anaknya. Tak tanggung-tanggung, ia sebutkan kurang lebih Rp.50 juta rupiah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Biaya yang harus kami selesaikan adalah kurang lebih Rp.50 juta rupiah,” keluhnya.

Nilai sebesar itu pak bukan uang kecil dan tidak mudah mendapatkannya. Sementara kami dalam kondisi tidak mampu.

“Ya, kami ini pak orang tidak mampu, pasti kesulitan dengan biaya sebanyak itu,” tutur Pirman kepada awak media ketika ditemui di RS Akademis Makassar, Kamis (5/9).

Lebih lanjut, ia berharap pelaku harusnya bertanggungjawab terhadap perbuatannya bukan malah seperti ini.

“Harusnya bertanggungjawab,” singkatnya.

Padahal sebelum anak kami mendapatkan perawatan lebih lanjut di sini, orang tua si pelaku datang dan mengatakan bersedia menanggung biaya rumah sakit dibuktikan dengan surat pernyataan.

Baca Juga:  Meriahkan HUT RI ke-80, Kapolres dan Walikota Kediri Tinjau Gerakan Pangan Murah di CFD Doho

“Jadi orang tuanya datang di sini bersedia menanggung biaya selamat dirawat rumah sakit. Tapi per hari ini bentuk komitmen itu belum bisa dibuktikan,” ucap Pirman.

Dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar bergerak cepat diwakili Ketua Selter Warga Cambayya Nurmin Usman mengungkapkan
peristiwa penganiayaan yang dialami oleh salah satu siswa SMK Negeri 5 Makassar sangat disayangkan.

Menurutnya hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, kendati usia mereka rentang tetapi pengendalian diri jadi kunci.

Karenanya ia mendorong pihak kepolisian dan sekolah mengambil peran bagaimana hal semacam ini ada jalan keluarnya.

“Kami meminta pihak terkait menemukan solusi sehingga kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya Nurmin.

“Ya, kita perihatin posisi orang tua korban kesulitan menyelesaikan biaya rumah sakit yang tidak sedikit jumlahnya,” bebernya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Puncak Haji, Wakapolri Perkuat Perlindungan Jemaah dengan Arab Saudi
Babinsa Kandangan Dampingi Petani Lakukan Penyemprotan POC Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Jagung
Sudirlam : “14 tahun rakyat transmigrasi Air Balui diduga dirampas haknya, kami akan perjuangkan tanpa pamrih”*
Sudirlam Penanggung jawab Aksi Damai 2-3Juni2026. Sudirlam Gebrak Negara,14 thn rakyat transmigrasi Air Balui diduga dirampas haknya, Dimana Sumpah Janji Penyelenggara Negara*
Kehadiran Wakapolres Kediri Kota Warnai Penyaluran Bantuan Sosial Gubernur Jatim di Balai Kota Kediri
Kerja Bakti Bangun MCK Babinsa Gandean Bersama Warga, Tingkatkan Kesehatan Lingkungan
Wakapolri Tekankan Digitalisasi Layanan dan Inovasi Tilang Elektronik pada Rakernis Fungsi Lantas 2026
Jawab Rekomendasi KPRP, Polri Perkuat Digitalisasi Pelayanan Publik Lewat Inovasi Korlantas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:10 WIB

Jelang Puncak Haji, Wakapolri Perkuat Perlindungan Jemaah dengan Arab Saudi

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:08 WIB

Babinsa Kandangan Dampingi Petani Lakukan Penyemprotan POC Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Jagung

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:07 WIB

Sudirlam : “14 tahun rakyat transmigrasi Air Balui diduga dirampas haknya, kami akan perjuangkan tanpa pamrih”*

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:28 WIB

Kehadiran Wakapolres Kediri Kota Warnai Penyaluran Bantuan Sosial Gubernur Jatim di Balai Kota Kediri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:10 WIB

Kerja Bakti Bangun MCK Babinsa Gandean Bersama Warga, Tingkatkan Kesehatan Lingkungan

Berita Terbaru