Cybertv.id-Kediri— Rombongan buruh dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri mulai berkumpul di kawasan Masjid An-Nur Pare dan Simpang Empat Papar sejak Sabtu dini hari (16/5/2026).
Mereka bersiap berangkat menuju Kabupaten Nganjuk untuk menghadiri peresmian Museum dan Rumah Singgah Ibu Marsinah, tokoh buruh yang dikenal sebagai simbol perjuangan hak pekerja di Indonesia.
Sebanyak 1.273 peserta diberangkatkan menggunakan puluhan armada bus dengan pengawalan personel Satlantas Polres Kediri guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Museum Ibu Marsinah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia. Agenda nasional tersebut juga dirangkaikan dengan panen raya jagung kuartal II serta penguatan program ketahanan pangan nasional.
Pengamanan dilakukan bersama unsur pemerintah daerah, Dishub, dan panitia serikat pekerja untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun kepadatan arus lalu lintas di titik kumpul keberangkatan.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H. mengatakan pengamanan dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman, tertib, dan nyaman sejak proses keberangkatan.
“Jumlah peserta cukup besar sehingga pengaturan keberangkatan, pengawalan armada, dan pengendalian arus lalu lintas menjadi perhatian utama. Personel di lapangan memastikan kegiatan berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” jelas Wakapolres Kediri.
Menurut Beliau, peresmian Museum Marsinah juga memiliki makna penting sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah perjuangan kaum pekerja sekaligus pengingat nilai perjuangan dan keadilan sosial bagi masyarakat.
“Peresmian Museum Ibu Marsinah menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan pekerja. Di saat yang sama, agenda ketahanan pangan yang turut dilaksanakan menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat,” imbuh Kompol Hari.
Selama proses persiapan hingga keberangkatan rombongan menuju Nganjuk, situasi terpantau aman dan kondusif. Kepadatan kendaraan di sekitar titik kumpul sempat meningkat, namun dapat terurai berkat pengaturan petugas di lapangan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
(Djoko)














