Diduga PT. KAN Langgar UU Pelayaran dan Gunakan Jeti Ilegal di Sanggau

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau – Aktivitas PT. KAN yang bergerak di bidang pertambangan bauksit di Kabupaten Sanggau kembali menuai sorotan.

Perusahaan tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, lantaran menggunakan jeti ilegal untuk kegiatan bongkar muat.

Hasil investigasi Lumbung Informasi Masyarakat (LIM) mengungkapkan, PT. KAN saat ini tengah melakukan perataan lahan seluas sekitar 500 hektare yang rencananya akan dibangun smelter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di lapangan ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran serius.

Ketua Umum LIM, Syafarahman, menuturkan bahwa keberadaan badan hukum PT. KAN perlu dipertanyakan.

“Di perusahaan ini mayoritas berasal dari luar negeri, kecuali bagian keamanan, penerjemah, dan kontraktor lokal. Ini menimbulkan dugaan bahwa PT. KAN tidak berstatus sebagai perusahaan lokal,” ujarnya kepada awak media.

Selain itu, LIM juga menemukan jeti yang digunakan PT. KAN tidak memenuhi standar keselamatan untuk bongkar muat alat berat.

Baca Juga:  Silaturahmi Kapolres Madiun Kota dengan Tokoh Pencak Silat Jalin Kerja Sama, Jaga Kamtibmas Jelang Suro

“Kami menduga jeti tersebut tidak memiliki izin resmi, termasuk izin tambat labuh dan izin bongkar muat,” tambah Syafarahman.

Pihaknya juga menyoroti dugaan pelanggaran terkait keimigrasian. “Informasi yang kami himpun, visa pekerja asing tersebut terdaftar di Kabupaten Mempawah, bukan di Sanggau. Hal ini wajib ditelusuri oleh instansi berwenang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syafarahman menilai PT. KAN tidak menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Selama enam bulan beroperasi, belum ada sepeser pun dana CSR yang disalurkan ke masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah wajib turun tangan untuk mengkaji ulang legalitas dan perizinan PT. KAN. “Kami tidak menolak investasi.

Namun, setiap perusahaan yang beroperasi di Indonesia harus taat aturan dan undang-undang. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih, baik untuk pengusaha lokal maupun asing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Angka Pengangguran, Kapolres Kediri Kota Gandeng Lembaga Pelatihan Kerja Lewat Program Poliran
Ops Patuh Semeru, Kapolres Kediri Turun ke Jalan Kedepankan Edukasi Pengendara
Dukung Kapolri, SSDM Polri Perkuat Kompetensi Calon Direktur dan Kapolres
Gelar Operasi KRYD, Polrestabes Surabaya Sita 5.385 Botol Miras Ilegal
Karhutla Mereda, Polda Riau Siapkan 260 Plang Cegah Kebakaran Berulang
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandat Turun Langsung Temui Petani
Polres Blitar Ungkap Kasus Dugaan Penimbunan 1.030 Liter BBM Bersubsidi
Wartawan Senior Aat Surya Safaat Bangga OKK PWI Kalbar di Sanggau Terima 50 Karangan Bunga.
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Tekan Angka Pengangguran, Kapolres Kediri Kota Gandeng Lembaga Pelatihan Kerja Lewat Program Poliran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Ops Patuh Semeru, Kapolres Kediri Turun ke Jalan Kedepankan Edukasi Pengendara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Dukung Kapolri, SSDM Polri Perkuat Kompetensi Calon Direktur dan Kapolres

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Gelar Operasi KRYD, Polrestabes Surabaya Sita 5.385 Botol Miras Ilegal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Karhutla Mereda, Polda Riau Siapkan 260 Plang Cegah Kebakaran Berulang

Berita Terbaru