Budaya Penghayat Kediri Menggelar Dialog: Angkat Makna Tradisi Kupatan untuk Perkuat Pelestarian Budaya

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id-Kediri – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Dialog Budaya Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai upaya menjaga kelestarian tradisi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat, Rabu siang, (15/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sendang Tirto Kamandanu, Dusun Menang, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan aparat setempat, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi, S.Sos., M.M, Camat Pagu, Danramil Pagu, serta Kapolsek Pagu, dan elemen masyarakat yang hadir.

Dialog budaya tersebut mengusung tema “Memaknai Tradisi Kupatan sebagai Bagian dari Budaya Nusantara”, yang menitikberatkan pada nilai kebersamaan, kerukunan, serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang bagi komunitas penghayat kepercayaan yang selama ini berperan aktif sebagai penjaga nilai-nilai tradisi.

Dalam pelaksanaannya, dialog menghadirkan tiga narasumber dari berbagai instansi, yakni perwakilan Kejaksaan sebagai Tim Pengawas Aliran Kepercayaan (Pakem), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI).

Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat kerukunan antar penghayat dan masyarakat, serta meningkatkan koordinasi dengan Tim Pakem dalam pengawasan aliran kepercayaan.

Baca Juga:  Dari Pulau Debi Enggros, Pesan Damai untuk Papua Disuarakan

Selain membahas nilai filosofis tradisi kupatan, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait kawasan bersejarah, seperti Pamuksan dan Sendang. Pamuksan dinilai memiliki tingkat kesakralan yang tinggi secara spiritual, sementara Sendang meskipun tetap sakral, dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik dan pemberdayaan masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman, perhatian juga diberikan pada menurunnya pemahaman generasi muda terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, dokumentasi kegiatan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas edukasi budaya kepada masyarakat, khususnya generasi penerus.

Melalui forum ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis antar organisasi penghayat kepercayaan dan masyarakat luas, sehingga pelestarian budaya dapat berjalan berkelanjutan.

Eko Priyatno selaku pengampu bidang sejarah, nilai tradisi, museum, dan purbakala menyampaikan bahwa pelestarian budaya perlu menjadi perhatian bersama, terutama di tengah kondisi generasi muda yang mulai kurang mengenal budaya lokal.

“Pelestarian budaya harus menjadi perhatian bersama, terutama di tengah kondisi generasi muda yang mulai kurang mengenal warisan budayanya sendiri,” ujarnya.

Masyarakat, khususnya generasi muda, diimbau untuk lebih mengenal, memahami, dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga bersama.

Kegiatan dialog budaya ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Kediri.
(Djoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PBPI Kabupaten Kediri Resmi Dilantik, Kehadiran Kapolres Perkuat Dukungan Pembinaan Atlet
Peringati May Day, Polres Probolinggo Buka Layanan Bengkel Gratis dan Samsat Keliling
Polres Ngawi Perkuat Jaga Kondusifitas Wilayah dengan Sabuk Kamtibmas
Polda Jatim Apresiasi Elemen Pekerja dan Mahasiswa,May Day di Jawa Timur Tertib dan Damai
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. tolong saya, Ujar Hairil Tami, Penyidik Anda tidak merespon, anda juga tidak balas surat resmi lawyer saya*
Skandal Perampasan Tanah di Pinrang: Sindikat Tiga Mafia Kolaborasi Rebut Lahan Rakyat, Sertifikat Ganda Terbit Secara Misterius
Bangun Fasilitas MCK, Babinsa Desa Binangun Gotong Royong Bantu Warga Demi Tingkatkan Sanitasi Lingkungan
Polres Bondowoso Bangun Jembatan Merah Putih Presisi Hadirkan Manfaat Nyata bagi Warga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:27 WIB

PBPI Kabupaten Kediri Resmi Dilantik, Kehadiran Kapolres Perkuat Dukungan Pembinaan Atlet

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:25 WIB

Peringati May Day, Polres Probolinggo Buka Layanan Bengkel Gratis dan Samsat Keliling

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:22 WIB

Polres Ngawi Perkuat Jaga Kondusifitas Wilayah dengan Sabuk Kamtibmas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:20 WIB

Polda Jatim Apresiasi Elemen Pekerja dan Mahasiswa,May Day di Jawa Timur Tertib dan Damai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:02 WIB

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. tolong saya, Ujar Hairil Tami, Penyidik Anda tidak merespon, anda juga tidak balas surat resmi lawyer saya*

Berita Terbaru