Antisipasi Asap di Musim Kemarau, Pemkab Sanggau Kukuhkan Satgas Karhutla dan Siaga Penuh Hadapi Ancaman

- Penulis

Kamis, 31 Juli 2025 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau 2025, Pemerintah Kabupaten Sanggau menggelar Rapat Koordinasi Teknis Penanganan dan Pengendalian Karhutla pada Rabu (30/7/2025) pagi, bertempat di Ruang VIP Sabang Merah, Kantor Bupati Sanggau.

Baca juga : Wakapolres Sanggau Apresiasi Keberhasilan Demplot Jagung Polsek Tayan Hilir: “Ini Bukti Komitmen Kita terhadap Ketahanan Pangan”

Rapat ini digelar untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam mengantisipasi dan menangani Karhutla yang berpotensi menimbulkan bencana kabut asap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si, dan dihadiri oleh Asisten Deputi Wilayah Perbatasan Kemenko Polhukam RI Kolonel Inf Heri Budi Purnomo, serta jajaran Forkopimda, OPD, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, UPT KPH, camat, lurah, kepala desa hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Sanggau yang hadir secara langsung maupun virtual.

Dalam sambutannya, Bupati Yohanes Ontot menekankan bahwa pengendalian Karhutla bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Perubahan paradigma penanganan bencana harus dimulai dari sekarang, karena bencana adalah urusan kita bersama,” tegasnya.

Baca juga : Lakukan Pengawalan Polres Jember Perlancar Jalur Pendistribusian BBM, Masyarakat Dihimbau Tidak Panic Buying

Bupati juga mengungkapkan keprihatinannya atas jumlah hotspot yang terpantau oleh BMKG Kalbar. Berdasarkan pencitraan satelit pada 28 Juli 2025, terdapat 111 titik panas di wilayah Kabupaten Sanggau. Lima kecamatan yakni Balai, Kapuas, Meliau, Tayan Hilir, dan Toba disebut sebagai kawasan dengan potensi Karhutla tertinggi.

Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk menetapkan status Siaga Darurat berdasarkan SK Bupati Sanggau Nomor: 251/BPBD/2025 tertanggal 21 Juli 2025. Bahkan, status tersebut dapat ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat jika eskalasi Karhutla semakin memburuk di lapangan.

“Kami juga telah memutuskan pembentukan dan aktivasi Komando Satuan Tugas Penanganan Bencana Asap akibat Karhutla yang akan terdiri dari lintas sektor. Semua unsur harus bersinergi dengan pendekatan kolaboratif,” papar Bupati Sanggau.

Sementara itu, Asisten Deputi Kemenko Polhukam RI, Kolonel Inf Heri Budi Purnomo menyampaikan bahwa Sanggau menjadi salah satu wilayah di Kalbar yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa Karhutla sudah menjadi isu nasional dan sorotan internasional, terutama jika melibatkan korporasi.

“Kita tidak ingin Kabupaten Sanggau menjadi perhatian negatif negara tetangga akibat kabut asap,” ujarnya.

Baca Juga:  Kontes Durian Kapolres Sanggau Cup 2026 Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80, Dorong Durian Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Ia juga menambahkan, Pemerintah Pusat melalui BNPB telah menggelar tiga jenis operasi besar yaitu patroli udara, modifikasi cuaca, dan water bombing di wilayah terdampak.

Penanganan Karhutla harus dilakukan dengan cepat dan efisien karena beberapa wilayah, termasuk Sanggau, mengalami kesulitan akses air dan medan yang berat.

Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Subandi dalam paparannya menyampaikan bahwa Kodim memiliki kewajiban untuk membantu pemerintah daerah menangani Karhutla secara langsung.

“Karhutla bukan hanya tugas BPBD. Seluruh unsur TNI dan stakeholder harus bergerak aktif,” katanya.

Senada dengan Dandim 1204/Sanggau, Kabag Ops Polres Sanggau, AKP PSC Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan kekuatan penuh untuk mengantisipasi Karhutla. Polres Sanggau telah membentuk Pleton Siaga Karhutla dengan 107 personel dan Regu Siaga di 15 Polsek dengan total 348 personel.

“Kami juga telah membentuk posko siaga, melakukan patroli preemtif dan preventif, serta menyiapkan langkah-langkah penegakan hukum. Pemberdayaan tokoh adat dan tiga pilar juga terus kami dorong untuk menyentuh langsung masyarakat,” jelas Kabag Ops.

Baca juga : Hadiri Muktamar HIMA Persis, Kapolri: Persiapkan Diri Manfaatkan Bonus Demografi

Ia menambahkan, dalam strategi penanganan, Polres Sanggau telah membuat rayonisasi wilayah rawan, mendirikan embung-embung air di titik rawan api, serta menyiagakan sarana dan prasarana pendukung di seluruh jajaran Polsek.

“Kami juga telah memetakan zona rawan Karhutla berdasarkan potensi kemudahan terbakar dan kondisi meteorologis yang kami pantau hingga 3 Agustus 2025,” lanjutnya.

Dalam sesi penutupan, AKP Kusuma Wibawa menyampaikan bahwa Polres Sanggau siap bekerja sama lintas sektor dan terus menjalin koordinasi dengan BPBD, TNI, serta semua pemangku kepentingan.

“Langkah cepat, koordinasi aktif, dan responsif terhadap informasi hotspot adalah kunci utama kita dalam mencegah bencana kabut asap di Sanggau,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi bentuk konkret pelaksanaan Surat Edaran Gubernur Kalbar dan tindak lanjut rapat nasional bersama Kemenko Polhukam dan BNPB. Fokus utama rapat adalah membangun kesiapsiagaan terpadu dan sinergi lintas sektor agar ancaman Karhutla tidak berubah menjadi bencana nasional.

Dengan semangat gotong royong, Pemerintah Kabupaten Sanggau optimis bahwa melalui langkah-langkah konkret dan komitmen bersama seluruh pihak, Karhutla dapat dicegah, dikendalikan, dan ditangani secara tepat demi melindungi masyarakat, lingkungan, serta keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai
Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.
Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.
Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.
Subuh Keliling Polda Kalbar, Ajak Masyarakat Cegah Perundungan dan Jaga Kerukunan.
Sinergi Polri dan UPT PKPTK Pontianak, Kapolda Kalbar Tinjau Pelatihan Keterampilan Warga
Laka Lantas di Simpang Manuk Sanggau, Satu Pengendara Meninggal Dunia dan Dua Orang Luka-luka
Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat, Polda Kalbar Gelar Curhat dan Silaturahmi Polri Bersama KB FKPPI
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:32 WIB

Subuh Keliling Polda Kalbar, Ajak Masyarakat Cegah Perundungan dan Jaga Kerukunan.

Berita Terbaru