Aktivitas Tambang Mas Ilegal 50 meter Didepan kantor Desa diduga Ada Pembiaran Dari kepala Desa.

- Penulis

Sabtu, 18 Januari 2025 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanggau – cybertv.id , Aktivitas Tambang Emas di Desa Melenggang Menuai Kontroversi Di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, aktivitas tambang emas yang beroperasi tanpa izin menjadi sorotan publik.

Dari pantauan media yang melintas di daerah tersebut, terlihat jelas kegiatan tambang yang berjarak hanya 50 meter dari kantor desa Melenggang.

Situasi ini semakin mencolok dengan adanya dugaan pembiaran oleh Kepala Desa Melenggang yang hingga kini masih tetap beroperasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kalau kegiatan tambang mas ilegal itu sudah cukup lama dan Mereka bekerja juga ada juga mengunakan satu unit alat berat.”ungkapnya.

Dirinya juga mempertanyakan tanggung jawab pemerintah setempat, khususnya Kepala Desa Melenggang, yang seharusnya melindungi kepentingan dan keselamatan masyarakat.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak berwenang agar aktivitas ini segera dihentikan, sebelum merusak lebih banyak lingkungan dan menggangu kehidupan kami,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Saat berita ini diturunkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Melenggang mengenai posisi dan tindakannya terhadap aktivitas tambang mas ilegal tersebut yang beroperasi di depan kantor desa.

Baca Juga:  Pemerintah Desa Suka Bangun Salurkan Sertifikat Tanah untuk Warga Melalui Program PTSL.

Situasi ini menimbulkan spekulasi tentang adanya kemungkinan kolusi antara pihak-pihak tertentu dengan pengusaha tambang.

Di sisi lain, aktivitas pertambangan yang tidak terawasi dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap ekosistem lokal. Penambangan emas yang tidak bertanggung jawab seringkali mengakibatkan pencemaran air dan tanah, serta kerusakan hutan yang berfungsi sebagai habitat alami bagi flora dan fauna.

Melihat situasi yang berkembang, diharapkan pihak berwenang dapat segera melakukan investigasi terkait aktivitas tambang di Desa Melenggang.

Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua kegiatan ekonomi di wilayah tersebut dilakukan secara legal dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Melenggang, jika terbukti ada pembiaran, perlu mempertanggungjawabkan sikapnya.

Masyarakat menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masalah ini, demi kebaikan bersama dan keberlangsungan hidup di Desa Melenggang.

Sementara itu, perhatian publik terhadap isu ini semakin meningkat, dan diharapkan dapat mendorong tindakan yang lebih proaktif dari semua pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI
Polres Pelabuhan Tanjungperak Test Urine Sopir Truk dan Bus Jelang Mudik Lebaran
Buka Puasa Bersama TNI-Polri, Kapolri Tegaskan Sukseskan Program Presiden
Operasi Ketupat 2026: Kolaborasi Lintas Kementerian Integrasikan Rekayasa Lalu Lintas dan Strategi Tol Fungsional
Polres Sampang Tegaskan 2 Pemuda yang Ditangkap Bawa Ekstasi Telah Diserahkan ke Panti Rehabilitasi
Mudik Lebaran 2026: Polri Kerahkan 161 Ribu Personel, Layanan Darurat 110 Jadi Kunci Respons Cepat bagi Pemudik
Penanganan Dugaan Penggelapan di Polres Metro Bekasi Disorot, Kuasa Hukum FERADI WPI Nilai Proses Penyelidikan Lamban*
Dewan Pers Tegaskan Media Tidak Wajib Terverifikasi, Pakar Hukum: Jangan Mudah Sebut “Media Abal-Abal”
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:19 WIB

Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:17 WIB

Polres Pelabuhan Tanjungperak Test Urine Sopir Truk dan Bus Jelang Mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:15 WIB

Buka Puasa Bersama TNI-Polri, Kapolri Tegaskan Sukseskan Program Presiden

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:50 WIB

Operasi Ketupat 2026: Kolaborasi Lintas Kementerian Integrasikan Rekayasa Lalu Lintas dan Strategi Tol Fungsional

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:42 WIB

Mudik Lebaran 2026: Polri Kerahkan 161 Ribu Personel, Layanan Darurat 110 Jadi Kunci Respons Cepat bagi Pemudik

Berita Terbaru